posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Musriadi, S.Pd, M.Pd memprentasikan sejumlah regulasi dan aturan tentang keterlibatan perempuan dan disabilitas dalam pembangunan Kota Banda Aceh dalam bingkai syariah yang inklusi selesai dilaksanakan dengan partisipasti yang tinggi dari seluruh peserta.
Dalam webinar yang dilasanakan Natural Aceh, Kamis (29/10/2020), Ketua Komisi I DPRK Kota Banda Aceh, Musriadi, S.Pd, M.Pd sebagai narasumber tunggal dalam kegiatan tersebut mempresentasikan berbagai regulasi dan peraturan yang berhubungan dengan hal tersebut dan dijalankan di Kota Banda Aceh.
Diskusi yang diikuti oleh akademisi, perwakilan perempuan dan penyandang disabilitas dan berbagai aktivis dan pemerhati perempuan dan penyandang disabilitas tersebut berjalan selam 3 jam dengan berbagai masukan, saran dan rekomendasi yang aktual tentang pengalaman dan situasi terkini di Banda Aceh dan Provinsi Aceh.
Musriadi, Politisi PAN Banda Aceh itu, menyebutkan bhawa setiap warga negara punya hak mendapatkan pelayanan pendidikan yang adil dan merata termasuk para penyandang disabilitas. Selain itu keterlibatan perempuan di Banda Aceh baik itu dalam perencanaan dan pembangunan juga sudah lebih menonjol dibanding dengan kabupaten kota lain. “Ya baik itu dari kuota dan sususan di legislatif, jabatan pemerintah kota bahkan pemerintah gampong, dan ini akan terus dijadikan model kesetaraan gender yang partisipatif dan iklusi,” pungkas Musriadi, Ketua Komisi I DPRK Banda Aceh.
Sementara Syarifuddin Bantasyam mengapresiasi webinar perjumpaan virtual ini karena selama pandemi covid 19 ini bisa menjadi alternatif pendekatan kepada konsitituen, memberikan ruang bagi masyarakat berpartisipasi dan terhubung dengan perwakilannya di parlemen.
Dinni Syafira Mahmudi selaku panitia berterima kasih terhadap atensi banyak pihak atas kegiatan ini dan berharap tindak lanjutnya dapat dipandu bersama-sama sehingga Pemberdayaan perempuan dan perlindungan disablitas, akan menjadi isu bersama untuk mewujukan kota dan masyarakat yang inklusi, humanis dan bermartabat sesuai cita-cita. “Kami sangat bangga menjadi salah satu bagian penghubung suara dan ide dari masyarakat kepada legislatif dan eksekutif dan semoga akan banyak manfaat dari hasil diskusi kita hari ini” ujanya. (Adv)











