posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Fraksi Partai NasDem Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Abdul Rafur mengecam keras tindakan biadab aksi pengeroyokan terhadap pemuda asal Simeulue, Aceh, Arjuna Tamaraya (21), hingga meninggal dunia di area Masjid Agung, Kota Sibolga, Sumatera Utara. Peristiwa memilukan itu terjadi pada Jumat (31/11/2025) lalu.
Aksi brutal yang dilakukan oleh lima orang pemuda di area rumah ibadah ini dinilai mencederai kesucian masjid, yang seharusnya menjadi tempat suci dan aman bagi umat.
Dalam pernyataannya, Rafur mengutuk keras penyerangan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan kriminal itu tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun.
“Kami sangat mengutuk keras tindakan biadab berupa penyerangan dan pengeroyokan oleh lima orang pemuda terhadap seorang musafir yang tengah beristirahat di Masjid Agung Sibolga hingga meninggal dunia,” kata Rafur, kepada media ini, di Banda Aceh, Rabu (5/11/2025) sore.
Baginya, tindakan itu melukai hati masyarakat Aceh. Rafur juga mengharapkan pelaku diberikan hukuman setimpal.
“Peristiwa ini melukai hati rakyat Aceh. Apalagi terjadi di lingkungan masjid, tempat yang seharusnya menjadi ruang suci dan aman bagi siapa pun,” ujarnya.
Anggota DPRK Banda Aceh itu juga meminta penegak hukum menindak tegas pelaku sesuai ketentuan perundangan.
“Kemudian juga meminta kepada pihak-pihak yang terutama penegak hukum juga untuk melakukan tindakan, sesuai dengan koridor hukum yang berlaku tentunya,” katanya
Selain itu, politisi NasDem itu minta agar kejadian tersebut tidak menjadikan satu gesekan besar antara masyarakat Aceh dan Sumatera.
“Harapannya, kasus serupa tak terulang lagi, karena ini memiliki dampak buruk. Kita tidak ingin ada kebencian yang tersimpan antara masyarakat Aceh dan Sumatera, namun kasus ini harus tuntas dan diusut secara transparan. Dan mengajak semua masyarakat Aceh untuk mengawal penegakan hukum terhadap pelaku tindakan biadap ini,” pungkas Rafur.(AMZ)
