Daerah

Ketua DKA Provinsi Aceh Kunjungi Anjungan Aceh Besar di PKA-8

2020
×

Ketua DKA Provinsi Aceh Kunjungi Anjungan Aceh Besar di PKA-8

Sebarkan artikel ini
Ketua DKA Provinsi Aceh Teuku Afifuddin M.Sn, bersama Ketua DKA Aceh Besar, Mariadi ST. MM, Sekretaris DKA Aceh Besar Abrar SPd dan seniman DKA Agam Baba foto bersama di depan Anjungan Kabupaten Aceh Besar, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (11/11/2023) sore. FOTO/MAMAD

posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Provinsi Aceh Teuku Afifuddin MSn, berkunjung ke Anjungan Kabupaten Aceh Besar untuk melihat pementasan seni dan budaya.

Ia menyaksikan langsung bagaimana apresiapsi seni di anjungan Aceh Besar yang dikelola oleh DKA Kabupaten Aceh Besar di Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) ke 8, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Sabtu (11/11/2023).

“Kita mengapresiasi Pj Bupati Aceh Besar yang melibatkan DKA dan

seniman dalam kegiatan event akbar di Aceh ini, jadi ini adalah suatu bentuk citra baik dari pada sistem pemerintahan Kabupaten ini,” ujar Afif.

Menurut Dosen ISBI Aceh, ini juga bisa menjadi acuan bagi daerah lain untuk meningkatkan kesenian daerah, karena panggung pertunjukan merupakan tempat melestarikan seni dan budaya Aceh.

“Selain itu kita berharap panggung kesenian tidak hanya ada pada PKA , tapi pada hari-hari lain mungkin sebulan sekali ada kegiatan yang digelar di anjungan Aceh Besar atau di anjungan kabupaten dan kota lainnya untuk berepresinya para seniman,” terang kandidat Doktor ISI Surakarta Jawa Tengah.

Selain panggung pementasan Aceh Besar ia juga mengunjungi anjungan kabupaten dan kota lain yang melibatkan dewan kesenian dalam pelaksanaan PKA 8.

“Tentunya hal ini dapat memotivasi bagi para seniman. Panggung yang berada di anjungan menjadi panggung tempat menunjukkan bakat bagi para seniman-seniman Aceh. Kita DKA Aceh sangat mengapresiasikan Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto SSTP MM yang memberikan kepercayaan mengisi panggung pertunjukan kepada DKA dan para seniman Aceh Besar,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan ini Ketua DKA Aceh juga mengapresiasi Pemerintah Aceh melalui Disbudpar Aceh yang telah melibatkan para seniman dalam pelaksaan even dan gelaran seni budaya selama pelaksanaan PKA 8.

“Apresiasi ini sebagai bentuk kerinduan DKA dan masyarakat untuk bertegur sapa dipanggung PKA. Jangan malu-malu untuk terus melibatkan seniman dalam berbagai event,” ucapnya.

 

Sementara itu Ketua DKA Aceh Besar, Mariadi ST MM yang turut mendampingi kunjungan Ketua DKA Aceh menjelaskan, dalam memeriahkan panggung pertunjukan seni di Anjungan Aceh Besar, pihaknya melibatkan 50 sanggar seni di bawah binaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dan DKA Aceh Besar.

“Sepanjang PKA-8 ini ada 50 an sanggar yang meramaikan panggung anjungan dan mereka yang tampil tak hanya menghibur tapi juga memberikan pesan moral kepada masyarakat sekaligus menunjukkan bukti keberagaman seni budaya Aceh,” katanya.

Mariadi juga menyampaikan, pentingnya melestarikan seni budaya melalui panggung-panggung rakyat. “Jika tidak ditampilkan maka masyarakat juga tidak tahu tentang seni budaya yang kita miliki,” ujarnya.

Menurutnya, banyak masyarakat yang tidak tahu, misalnya tarian Pulo Aceh yang berasal dari Aceh Besar merupakan warisan indatu yang telah diakui keberadaanya dan asalnya.

“Tari Likok Pulo salah satu tarian yang sudah diakui oleh Unesco sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) milik Aceh Besar,” terang Mariadi kepada Ketua DKA Aceh.(Mamad)