posaceh.com, Banda Aceh – Inkubator Bisnis Universitas Syiah Kuala bekerjasama dengan Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkopukm) RI menyelenggarakan Bootcamp Peningkatan Kapasitas startup tahun 2023 dengan Tema “Thriving in To Day’s Market: Strategies For Small Business Competitiveness”. Kegiatan yang dimulai sejak tanggal 07-09 Juni 2023 tersebut dibuka secara langsung oleh Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Ir. Siti Azizah MBA melalui zoom bertempat di Hotel Grand Nanggroe, Banda Aceh, Sabtu (10/05/2023)
Pada kesempatan itu, Deputi Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM Siti Azizah melalui zoom menyampaikan, banyak perusahaan rintisan teknologi (startup) di Indonesia saat ini yang menjadi bukti bahwa ekosistem ekonomi digital di negara tumbuh dengan baik berkat dukungan kuat dari pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya.
“Kita pantas berbangga, karena ekosistem ekonomi digital dalam beberapa tahun terakhir terus mengalami kemajuan yang mengembirakan”, ujarnya.
Pada tahun 2023 jumlah unicorn mencapai 1,206 perusahaan yang tersebar di 50 negara. Indonesia saat ini baru memiliki 7 unicorn yang kebanyakan didominasi oleh startup berbasis teknologi. “Perusahaan unicorn tersebut, J&T Express, Traveloka, Akulaku, DANA, Ajaib, Kopi Kenangan, dan Xendit,” ujarnya

Bukan hanya unicorn, Kata Christina Agustin, jumlah startup di Indonesia pun mencatatkan angka yang fantastis. Berdasarkan data terbaru, ada sekitar 2.492 startup yang berdiri dan Indonesia sendiri menempati urutan keenam dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris, Kanada, dan Jerman.
“Banyak startup Indonesia yang sukses menjadi Decacorn seperti Gojek, Tokopedia, Bukalapak, Traveloka, dan lain sebagainya. Jadi, ini merupakan bukti akan potensi dan peluang startup Indonesia untuk terus tumbuh serta berkembang, terutama dalam 10 tahun terakhir,” paparnya
Sementara itu, Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Christina Agustin, A.Pi., M.M mengatakan, Kegiatan Bootcamp yang dilaksanakan, merupakan salah satu bagian dari tahapan program inkubasi yang dilakukan dalam program kerjasama kementerian Koperasi dan UKM dengan Inkubator Bisnis Universitas Syiah Kuala. Dengan layanan inkubasi dari lembaga inkubator, para wirausaha dapat mengembangkan startup secara lebih efektif.
“Jadi, dari hasil kajian, menunjukkan bahwa rangkaian proses dari inkubasi tersebut, dapat meningkatkan peluang startup untuk bertahan dan mengembangkan bisnisnya.” lanjut Christina Agustin
Disamping itu, Christina Agustin berharap dalam proses inkubasi usaha melalui bootcamp ini dapat memberikan percepatan kepada para tenant untuk naik kelas dan usahanya terus berjalan dalam kondisi apapun. Karena, terbukti saat pandemi Covid-19, banyak startup yang bermunculan dan proses digitalisasi usaha menjadi faktor penting bagi para startup untuk dapat tetap bertahan dalam kondisi tersebut. Namun tidak bisa dipungkiri juga banyak usaha yang redup pada masa Covid-19 yang lalu.
“Oleh karena itu, Kegiatan peningkatan kapasitas startup ini merupakan salah satu upaya pemulihan usaha-usaha yang redup pasca Covid-19, dengan harapan mampu kembali bersinar sehingga dapat menopang perekonomian daerah dan juga dapat menyerap tenaga kerja,” harapnya.
Kegiatan bootcamp turut dihadiri Asisten Deputi Pengembangan Teknologi Informasi dan Inkubasi Christina Agustin, A.Pi., M.M, Kepala Bidang Pengembangan Inkubasi Wirausaha, Kementerian Koperasi dan UKM RI, Keumala Dewi, SE., MM, Rektor Universitas Syiah Kuala dalam hal ini diwakili oleh Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Muhammad Ilham Maulana, ST, MT, Kepala Dinas Koperasi Aceh Azhari, S.Ag, M.Si dan Ketua Inkubator Bisnis Universitas Syiah Kuala Bapak Prof. Dr. Ir Alfiansyah Yulianur BC. (Dj88)











