Daerah

Kendaraan Taktis TNI AD Lindas Pemotor Lalu Meninggal Dunia, ini Penjelasan Kostrad

2975
×

Kendaraan Taktis TNI AD Lindas Pemotor Lalu Meninggal Dunia, ini Penjelasan Kostrad

Sebarkan artikel ini

posaceh.com – Video kendaraan taktis (Rantis) Komodo jenis REV Kesatuan Yonarmed 9/1/1 Pratu AA terlibat kecelakaan dengan sepeda motor jenis Honda Vario, viral di media sosial, Rabu (18/1). Kendaraan milik TNI ini menabrak dan melindas pengendara motor Siti Masitoh (42).

Kapuspen TNI Laksma Kisdiyanto menyebutkan kecelakaan itu terjadi di wilayah Purwakarta, Jawa Barat.

“Video di atas memang benar terjadi yaitu laka lalin di wilayah Purwakarta,” kata Kisdiyanto saat dikonfirmasi merdeka.com, Rabu (18/1).

Lindas Pemotor Wanita

Berdasarkan video yang beredar terlihat rekaman diambil dari dalam mobil pengendara lain. Rekaman itu menunjukkan iring-iringan kendaraan TNI.

Seorang perempuan yang tengah mengendarai motor matik bersama seorang yang diduga anaknya melintas di samping sebelah kiri iring-iringan kendaraan TNI.

Nahas, ketika video menyorot ke sisi kiri, tiba-tiba ibu dan anak tersebut jatuh lantas terlindas ban belakang dari kendaraan taktis. Kabar yang dihimpun, kedua korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

Satu Korban Meninggal Dunia

Melansir dari akun Instagram infokomando.official, Kolonel Inf Agus Soeprianto, Kepala Penerangan Kostrad menjelaskan bahwa kendaraan taktis yang dikemudikan Pratu AA ini adalah salah satu dari konvoi 6 kendaraan Mayonarmed 9/1/1 Kostrad yang akan melaksanakan Uji Radio Komunikasi Aplikasi FindArt Perkebunan Teh Ciater Subang.

Di mana rantis ini merupakan kendaraan terakhir dalam rangkaian tersebut ketika melintas di Jalan Raya Veteran depan SPBU Usman Kebon Kolot, Nagrikaler. Naas, rantis Komodo jenis REV ini menyenggol motor yang dikendarai Siti Masitoh bersama anaknya Raymond Faeyza Albasry (4). Korban kemudian terjatuh dan panggulnya terlindas oleh ban belakang sebelah kiri Rantis.

“Setelah di bawa ke RSUD Bayu Asih dan ditangani dokter IGD, sekira pukul 12.10 WIB Siti Masitoh dinyatakan meninggal dunia dan anaknya masih dirawat karena mengalami luka lecet di dagu, bibir, sikut dan lutut serta benjol di kepala,” ucap Agus dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (19/1).

Dilakukan Proses Penyelidikan

Lebih lanjut, Agus menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan atas kecelakaan tersebut. Kecelakaan ini juga telah ditangani oleh Subdenpom III/3-4 Purwakarta dan Polres Purwakarta untuk dilakukan proses penyelidikan.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan belasungkawa dari pimpinan TNI AD kepada keluarga korban kecelakaan maut di Purwakarta ini.

“Pimpinan TNI AD turut berduka cita yang mendalam kepada korban dan keluarga atas kejadian ini,” tutupnya.(Merdeka.com)