DaerahPemkab Aceh Besar

Bergerak Cepat, Pemkab Aceh Besar Salur Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Cureh Indrapuri

20
×

Bergerak Cepat, Pemkab Aceh Besar Salur Bantuan Masa Panik untuk Korban Kebakaran di Gampong Cureh Indrapuri

Sebarkan artikel ini
Kabid Linjamsos Dinas Sosial Aceh Besar, Munawar SKM MSi menyerahkan bantuan masa panik untuk korban kebakaran di Gampong Cureh Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (16/5/2026) malam. FOTO/ ROJA

posaceh.com, Kota Jantho – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Besar melalui Dinas Sosial bergerak cepat menyalurkan bantuan masa panik kepada korban kebakaran.

Dimana sebuah rumah milik Zulkifli, warga Gampong Cureh, Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar dilahap sijago merah pada Sabtu (16/5/2026). Kobaran api dengan cepat melahap seluruh bangunan beserta isi rumah hingga tidak ada barang yang berhasil diselamatkan.

Setelah menerima laporan kejadian, Dinas Sosial Aceh Besar langsung berkoordinasi dengan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) dan TAGANA (Taruna Siaga Bencana) untuk melakukan penanganan darurat bagi korban.

Bantuan masa panik kemudian diantar langsung ke lokasi kebakaran dan diserahkan kepada keluarga korban pada malam hari. Penyerahan bantuan dilakukan oleh Plt Kadis Sosial Aceh Besar diwakili Kabid Linjamsos Dinas Sosial Aceh Besar, Munawar SKM MSi bersama jajaran Dinsos dan para pilar sosial kecamatan.

Warga ikut membantu membersihkan puing bangunan yang hangus terbakar di Gampong Cureh Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, Sabtu (16/5/2026).
FOTO/ ROJA

“Setelah memastikan adanya musibah kebakaran melalui koordinasi dengan pilar sosial di kecamatan, bantuan masa panik segera kami antar langsung ke lokasi dan diserahkan kepada korban,” ujar Munawar.

Penyaluran bantuan turut disaksikan unsur Fotkopimcam Indrapuri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta perangkat Gampong Cureh yang hadir memberikan dukungan kepada keluarga korban.
Seperti diketahui, rumah milik Zulkifli, warga Gampong Cureh, Kecamatan Indrapuri ludes terbakar. Ayah Badri, kerabat korban, mengatakan saat kebakaran terjadi, Zulkifli bersama istrinya Anita Wardani dan anak-anaknya sedang tidak berada di rumah. Informasi mengenai kebakaran baru diterima dari warga sekitar.

“Saat kejadian mereka sedang tidak di rumah. Informasi rumah terbakar diterima dari warga lain. Ketika pemilik pulang, api sudah membesar dan seluruh bangunan tidak sempat diselamatkan,” ujarnya, Sabtu malam.

Menurutnya, hingga saat ini penyebab kebakaran masih belum diketahui. Meski sempat menghubungi petugas pemadam kebakaran, api terlanjur menghanguskan seluruh rumah beserta harta benda milik korban.

Musibah tersebut membuat keluarga korban mengalami syok berat karena kehilangan tempat tinggal dan seluruh barang berharga yang berada di dalam rumah.(Why)