Daerah

Kendala Cuaca dan Logistik Tunda Pembangunan Sekolah Rakyat Subulussalam

11
×

Kendala Cuaca dan Logistik Tunda Pembangunan Sekolah Rakyat Subulussalam

Sebarkan artikel ini
Bangunan Sekolah Rakyat Kota Subulussam. FOTO/Dokumen untuk RRI

posaceh.com, Subulussalam – Cuaca buruk dan kendala jalur distribusi bahan bangunan skala nasional berdampak langsung pada pembangunan sektor pendidikan di daerah.

Pengerjaan fisik gedung permanen Sekolah Rakyat Kota Subulussalam dipastikan tertahan, yang berdampak pada pengunduran jadwal operasional dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Hambatan utama terletaknya rantai pasok material khusus yang harus mendatangkan bahan baku dari luar wilayah.

Kebutuhan seperti paku beton hingga pengerahan alat berat terpaksa diimpor dari Sumatra Utara hingga Pulau Jawa melalui jalur darat yang panjang.

Wali Kota Subulussalam, H. M. Rasyid Bancin, membeberkan bahwa fenomena cuaca dengan curah hujan tinggi semakin memperparah kondisi pengiriman logistik di lapangan.

“Pasokan material seperti paku beton hingga peralatan berat harus didatangkan dari Sumatra Utara hingga Pulau Jawa. Panjangnya jalur logistik serta tingginya curah hujan di wilayah Subulussalam menjadi tantangan utama yang memperlambat kemajuan fisik di lapangan,” kata Rasyid Bancin, Kamis (30/7/2026).

Masalah tak berhenti di sektor logistik dan cuaca, melainkan juga merembet pada dinamika administrasi awal proyek.

Kontraktor pelaksana, PT Waskita, sebelumnya memegang paket pengerjaan serentak untuk tiga kawasan sekaligus, yakni Nagan Raya, Subulussalam, dan Aceh Singkil.

Tergantungnya progres di Subulussalam lantaran harus menunggu kejelasan administrasi di Aceh Singkil sempat menyita waktu, sebelum akhirnya disepakati untuk berjalan secara mandiri di Subulussalam.

Atas dasar keterlambatan fisik tersebut, pihak pelaksana menyiasati keamanan lokasi dengan menerapkan skema sterilisasi lahan.

Area proyek konstruksi yang masih aktif akan disekat menggunakan batas fisik secara rapat dari gedung yang sudah rampung dan siap difungsikan.

Perwakilan Kementerian PUPR/DJPS, Nofal, mengonfirmasi bahwa penyesuaian target ini merupakan pilihan rasional ketimbang memaksakan penuntasan tanpa standar keamanan.

Target penyelesaian awal akhir Juli pun terpaksa digeser secara bertahap.

Menanggapi skema penyekatan ini, Pemko Subulussalam menegaskan keselamatan anak-anak adalah harga mati.

Hasil keputusan bersama menetapkan bahwa MPLS bagi siswa baru resmi dijadwalkan ulang pada 31 Agustus mendatang, sedangkan teknis masuk siswa lama (existing) akan dibahas pada rapat koordinasi lanjutan 2 Agustus 2026.(Muh/*)