Pemko Banda Aceh

Kemenag Kota Banda Aceh Dorong Dakwah Digital Lewat Konten Kreatif

451
×

Kemenag Kota Banda Aceh Dorong Dakwah Digital Lewat Konten Kreatif

Sebarkan artikel ini
Kakankemenag Kota Banda Aceh, H. Salman, M.Pd, membuka Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif bagi para penyuluh agama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), di aula Kantor Kemenag Banda Aceh, Rabu (23/7/2025). FOTO/ HUMAS KEMENAG BANDA ACEH

posaceh.com, Banda Aceh— Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh, H. Salman, M.Pd, membuka secara resmi Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif bagi para penyuluh agama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), yang digelar di aula Kantor Kemenag setempat, Rabu (23/7/2025).

Dalam arahannya, H Salman mengajak seluruh penyuluh untuk mengubah paradigma dakwah agar lebih relevan dan menarik di era digital. Ia menekankan pentingnya kreativitas dalam berdakwah. “Kita mungkin dipandang ‘kere’, dalam artian tidak berdasi, tidak glamour, tapi kita harus tetap aktif dan kreatif.

‘Kere tapi aktif’, itulah semangat kita. Mari manfaatkan kelebihan kita untuk berdakwah. Ini adalah tugas utama sebagai penyuluh agama,” tegasnya, disambut antusias peserta.

Peserta sedang mengikuti kegiatan Pelatihan Pembuatan Konten Kreatif bagi para penyuluh agama Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K), di aula Kantor Kemenag Banda Aceh, Rabu (23/7/2025).
FOTO/ HUMAS KEMENAG BANDA ACEH

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam) Kemenag Kota Banda Aceh, Dr H Akhyar SAg MAg dalam laporannya menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari penyuluh agama P3K. Kegiatan ini menghadirkan para pemateri profesional yang telah berpengalaman dalam dunia konten kreatif dan produksi film pendek.

Lebih lanjut, Kasi Bimas Islam yang sebenarnya bertugas di Kantor Kemenag Kabupaten Aceh Besar ini mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal menuju transformasi dakwah berbasis media digital.

“Kita akan mengarahkan dakwah ke arah digital, terutama melalui media sosial, agar pesan-pesan keagamaan lebih mudah diterima oleh masyarakat luas, terutama generasi muda,” jelasnya.

Pelatihan ini berlangsung selama satu hari penuh dan menjadi momentum penting dalam mendorong penyuluh agama untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan substansi dakwah itu sendiri.(Herman)