Daerah

Kebutuhan Listrik di Aceh Tak lagi Tergantung dari Medan

3346
×

Kebutuhan Listrik di Aceh Tak lagi Tergantung dari Medan

Sebarkan artikel ini
Peserta Media Gathering PLN Aceh mengunjungi Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Belawan, Sumatera Utara, Selasa (03/10/2023). Foto: Ask/Media Pos Aceh

posaceh.com, Medan – Tekad PT PLN Aceh untuk mewujudkan kemandirian energi terwujud sudah. Kebutuhan listrik di Aceh kini tak lagi tergantung dari Medan, Sumatera Utara. Bahkan dengan beroperasinya beberapa mesin pembangkit baru, kini produksi arus listrik di Aceh mengalami surplus.

Kabar yang cukup menggembirakan itu disampaikan General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Parulian Novriandi, di depan 38 wartawan peserta Media Gathering PLN Aceh, di Kantor PLN Unit Pengatur Beban (UPB) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Medan, Selasa (03/10/2023).

“Dengan kemandirian energi ini, kita tak lagi tergantung pasokan arus listrik dari Medan. Listrik produksi Aceh untuk Aceh, tak ada lagi pemadaman bergilir saat beban puncak,” kata Parulian, yang dalam kesempatan itu turut didampingi oleh Aimanuddin Bilad, Asisten Manajer Bagian Operasi Sistem UPB PLN Sumbagut.

General Manager PT PLN Wilayah Aceh, Parulian Novriandi (keempat dari kiri) dan Asisten Manajer Bagian Operasi Sistem UP2B PLN Sumbagut, Aimanuddin Bilad (keenam dari kiri) foto bersama Ketua PWI Aceh Nasir Nurdin, Ketua AJI Banda Aceh Yuli Amin, dan Ketua IJTI Aceh A Munir Nur di Kantor PLN Unit Pengatur Beban (UPB) Sumbagut, Medan, Selasa (03/10/2023). Foto: Ask/Media Pos Aceh

Bukan hanya itu, lanjut Parulian, dengan beroperasinya beberapa pembangkit baru, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan III dan IV yang sudah mulai ujicoba, ditambah dengan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Peusangan yang juga bakal beroperasi, maka produksi listrik di Aceh mengalami surplus.

GM PLN Wilayah Aceh itu mengungkapkan, produksi listrik di Aceh saat ini berasal dari PLTG Arun Lhokseumawe dan PLTU Nagan Raya, juga dibantu oleh 15 pembangkit listrik lainnya dan energi baru terbarukan yang ada di Aceh.

Selain pembangkit yang sudah ada itu, pihaknya telah merencanakan tambahan pasokan daya sebesar 240 MW pada 2023. Pasokan daya ini berasal dari PLTU Nagan Raya sebesar 200 MW dan PLTA Peusangan sebesar 40 MW, sehingga total daya yang tersedia mencapai 850 MW, dengan surplus 293 MW di atas beban puncak sekitar 557 MW.

Meski demikian, Parulian tidak menampik kalau dalam proses ujicoba pembangkit di Nagan Raya itu terkadang berdampak terjadinya gangguan. “Terlebih jika jaringan distribusi berada di dekat pohon kayu yang menjadi habitat hewan seperti tupai, ular, dan monyet,” ujarnya.

Guna mengantisipasi kerawanan gangguan alam, seperti petir dan angin kencang serta hewan, sebut GM PLN Aceh itu, pihaknya kini memakai kabel yang dibungkus dengan pengaman. “Selain itu, petugas kita juga melakukan pemeriksaan rutin dan memangkas dahan pohon yang menyentuh kabel,” sebutnya.

Fajri Wiryananda, Team Leader Perencanaan dan Pengendalian Operasi PLN Nusantara Power UPDK Belawan (ketiga dari kiri) memberi penjelasan terkait PLTGU Belawan, di ruang kontrol PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Belawan, Sumut, Selasa (03/10/2023). Foto: Ask/Media Pos Aceh

Pengatur Beban

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Asisten Manajer Bagian Operasi Sistem UP2B PLN Sumbagut, Aimanuddin Bilad, menjelaskan proses kerja dan kinerja unit yang dipimpin pihaknya. “Unit pengatur beban dibagi dua subsistem, yaitu Aceh dan Sumut. Kemudian Sumut sendiri dibagi dua subsistem lagi yaitu, Medan dan Siantar,” katanya.

Menurutnya, dengan sistem yang handal dan efisien tersebut lebih mudah mengatur beban saat ada pemeliharaan di Aceh atau sebaliknya. “Pada 2027 nanti, Aceh akan tersambung dengan sistem Siantar, sehingga kelistrikan Aceh akan lebih handal, dimana Aceh dulu kerap mengalami kekurangan arus, sekarang surplus,” tutupnya.

Usai pemaparan soal pengaturan beban dan distribusi energi listrik di wilayah Sumbagut itu, para awak media yang tergabung dalam organisasi pers; Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), dan Pewarta Foto Indonesia (PFI) diberi kesempatan untuk melihat ruang pemantauan antar-area pengaturan dan monitoring beban listrik Sumbagut, Sumut-Aceh.

Usai dari Kantor Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) PLN Sumbagut, para peserta Media Gathering PLN Aceh dibawa berkunjung ke PLN Nusantara Power Unit Pelaksana Pengendalian Pembangkitan (UPDK) Belawan, untuk melihat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU).

Di sini, peserta Media Gathering PLN Aceh diterima dan mendapat pemaparan terkait UPDK Belawan dari Harmanto, Senior Manager UPDK Belawan dan Fajri Wiryananda, Team Leader Perencanaan dan Pengendalian Operasi PLN Nusantara Power UPDK Belawan. (Ask)