posaceh.com, Hanoi – Vietnam mengeluarkan kebijakan baru yang mengizinkan warga memiliki lebih dari dua anak untuk mencegah populasi krisis.
Media pemerintah Vietnam melaporkan pihak yang berwenang membatalkan kebijakan tahun 1988 yang melarang pasangan memiliki lebih dari dua anak. Kini, mereka menyebut jumlah anak dalam satu keluarga menjadi keputusan masing-masing pasangan.
Dikutip dari CNN, Kamis (5/6/2025), namun, tak semua warga menyambut hangat aturan ini. Salah satu pekerja kantoran berusia 22 tahun, Tran Minh Huong, mengatakan perubahan aturan itu tidak berarti bagi dia. Perempuan ini berencana untuk memiliki anak.
“Meski saya warga Asia, dengan norma sosial yang menyebut perempuan perlu menikah dan punya anak, membesarkan anak terlalu mahal,” ungkap Tran.
Perubahan ini sebetulnya sempat disinggung Wakil Menteri Kesehatan Vietnam Thi Lien Huong. Ia mengatakan saat ini sulit mendorong keluarga memiliki lebih banyak anak meskipun ada penyesuaian kebijakan dan kampanye publik.
Penurunan angka kelahiran, kata dia, menimbulkan tantangan bagi pembangunan sosial dan ekonomi jangka panjang terutama dalam hal tenaga kerja.
Mereka juga mengimbau warga untuk mengubah pola pikir dan fokus terhadap keluarga dengan perspektif yang lebih luas soal perumahan dan pembangunan.
Dalam tiga tahun terakhir, Vietnam mengalami tingkat kelahiran yang rendah. Selain itu, tingkat kesuburan juga turun menjadi 1,91 anak per perempuan pada tahun 2024.
Tren tersebut sangat menonjol di daerah perkotaan terutama Hanoi dan Ho Chi Minh karena biaya hidup yang terus melonjak.(Muh/*)











