News

Jokowi Minta Vaksinasi Covid di Papua Barat Libatkan Tokoh Agama

1635
×

Jokowi Minta Vaksinasi Covid di Papua Barat Libatkan Tokoh Agama

Sebarkan artikel ini
Tangkapan Layar Presiden Jokowi menyampaikan sambutan secara virtual dalam sebuah seminar daring, dipantau di Jakarta, Rabu (15/9). ANTARA/Indra Arief

posaceh.com, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta pelaksanaan vaksinasi di Papua Barat melibatkan tokoh agama. Hal itu dilakukan agar masyarakat mengetahui pentingnya vaksinasi untuk menekan angka kasus Covid-19.

“Masyarakat diajak, libatkan tokoh-tokoh agama sehingga memberikan pemahaman-pemahaman yang langsung kepada penduduk,” kata Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi secara virtual di 12 provinsi disiarkan dalam akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (17/2/2022).

Jokowi menuturkan kerja sama dengan pemerintah daerah, Polri dan TNI serta jajaran Forkopimda selalu dilakukan. Dia juga mengingatkan agar terus melakukan percepatan vaksinasi sehingga capaian vaksinasi di Papua mencapai herd immunity.

“Sekali lagi kerja sama dengan pemerintah daerah dengan polri, tni dan jajaran forkopimda bagus, tetapi kecepatan vaksinasi agar prosentasenya segera bisa tercapai, harus terus dikejar,” bebernya.

Sementara itu Kapolda Papua Barat Irjen Tornagogo Sihombing mengklaim pihaknya terus melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Dia membeberkan berdasarkan data sensus penduduk di Papua Barat pada 2020 yang tercatat mencapai 1.134.068 jiwa.

Tornagogo menjelaskan untuk menciptakan herd immunity yaitu 70% perlu disuntikan 790.000 jiwa. Mengacu pada data sensus penduduk itu dia menjelaskan pihaknya telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama 58,2% dan kedua 38,5% sementara dosis ketiga baru 1,7%. Tetapi dari data sensus itu terlihat di lapangan banyak warga yang tidak menetap di Papua Barat, karena itu pihaknya melakukan sensus pendataan manual yang melibatkan RT dan RW setempat.

“Mengacu 70% dari 754.000 itu untuk menciptakan herd immunity harus menyuntikan sebanyak 528.068 orang, kami sudah menyuntikan 463.000 dosis pertama. Berarti sebenarnya kami sudah menyuntikan 87,8%, dosis kedua 58% data real,kita tidak dikaitkan dengan politik dan segala macam, dan kami secara real. (merdeka.com)