posaceh.com, Kiev – Wali Kota Kiev, Vitali Klitschko melontarkan peringatan keras kepada mereka yang hanya menonton negaranya yang sedang berusaha membela diri dari gempuran Rusia di kawasan sipil, mengatakan “jika menurut kalian perang hanya tentang Ukraina dan bukan tentang kalian, kalian salah besar.”
Hampir sebulan perang, Klitschko menyampaikan saat rapat bersama wali kota Ukraina lainnya dan perwakilan kota-kota di Eropa bahwa Rusia “tidak akan pernah mengibarkan bendera mereka” di Kiev dan pasukannya akan tetap mempertahankan kota itu, di mana lebih dari 230 orang terbunuh sejak awal invasi Rusia pada 24 Februari.
Sedikitnya delapan orang tewas pada Minggu ketika sebuah mal di kawasan Podil, Kiev digempur pasukan Rusia. Rusia mengklai mal itu digunakan untuk menyimpan roket.
Berbicara tentang bagaimana Rusia “memburu” para walikota untuk menyebarkan kepanikan di kota-kota sehingga kota itu jatuh ke tangan Rusia, Klitschko mengatakan kekejaman Rusia sama dengan “genosida”.
“Tujuannya adalah untuk menghancurkan Ukraina, itu merupakan komponen kunci agresi Rusia,” ujarnya, dikutip dari laman iNews.co.uk, Rabu (23/3/2022).
“Ini adalah genosida yang Rusia mulai terhadap negara kita, apa yang terjadi mengerikan dan tidak perlu sangkalan.”
Dia juga menentang pernyataan yang mengatakan konflik ini tidak ada kaitannya dengan Eropa, menyebut asumsi itu salah.
“Jika menurut kalian perang hanya tentang Ukraina dan bukan tentang kalian, kalian salah besar, ini tentang setiap penduduk di Uni Eropa dan setiap penduduk di dunia dan ini perang terburuk sejak Perang Dunia II,” ujarnya.
Klitshcko menyerukan diberlakukannya zona larangan terbang, bantuan peralatan militer dan kemanusiaan.
“Kami butuh bantuan kalian. Kami tidak akan pernah tunduk. Kami melindungi setiap diri kalian.”
Bendera Rusia tak akan pernah berkibar di Kiev
Menyusul laporan intelijen Inggris yang menyebut pasukan Rusia berada 25 kilometer dari pusat kota Kiev, penasihat presiden Ukraina, Oleksiy Arestovych mengatakan dalam wawancara televisi pada Selasa, salah satu prioritas utama Rusia adalah mengambil alih Kiev tapi berusaha melakukan itu merupakan “bunuh diri”.
Dia juga mengatakan pertempuran sengit Rusia-Ukraina bisa berakhir dalam waktu dua sampai tiga pekan.
Selasa pagi, pasukan Ukraina menarik mundur pasukan Rusia di pinggiran Kiev, Makariv setelah pertempuran sengit, menurut Kementerian Pertahanan Ukraina. Merebut kembali wilayah ini mempermudah pasukan Ukraina mengambil alih kontrol atas jalan raya utama dan menghalangi pasukan Rusia mengepung Kiev dari barat laut.
Terkait upaya Rusia mengepung Kiev yang berpenduduk 2,8 juta itu, Klitschko mengatakan: “Rencana mereka tidak akan pernah terlaksana dan mereka tidak akan pernah mengibarkan bendera mereka di Kiev, saya bisa menjamin itu tidak akan pernah terjadi.”
Ribuan orang tewas dalam pertempuran tersebut dan sekitar 10 juta orang mengungsi, termasuk hampir 3,5 juta orang yang telah melarikan diri ke luar negeri, sebagian besar ke negara-negara Eropa seperti Polandia.
Putin menyebut tindakannya di Ukraina sebagai “operasi militer khusus” untuk melucuti Ukraina dan menghentikan “genosida” terhadap penduduk Ukraina berbahasa Rusia. Kiev dan Barat menyebut ini merupakan dalih palsu untuk memulai perang untuk menaklukkan sebuah negara. (merdeka.com)











