Internasional

Jelang Peringatan Perang Satu Tahun, Israel Bombardir Gaza dan Lebanon dari Darat dan Udara

1037
×

Jelang Peringatan Perang Satu Tahun, Israel Bombardir Gaza dan Lebanon dari Darat dan Udara

Sebarkan artikel ini
Kepulan asap membumbug tinggi dekat mobil yang hangus terbakar di lokasi serangan udara Israel di Dahiyeh, Beirut, Lebanon, Minggu (6/10/2024). Foto/AP

posaceh.com, Washington – Pertempuran yang terus pecah di Jalur Gaza, Palestina dan Lebanon tampaknya tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sehari jelang peringatan 1 tahun serangan 7 Oktober 2023, Israel melancarkan serangan udara dan darat baru di Jalur Gaza dan Lebanon pada Minggu (6/10/2024).

Hanya berselang beberapa jam setelah menggempur pinggiran selatan Beirut dalam pemboman terberat sejak Israel meningkatkan upaya mengejar kelompok pejuang Hizbullah bulan lalu. Israel menggelar serangan intensif di dua wilayah, termasuk serangan ke sebuah masjid di Jalur Gaza yang menewaskan 19 orang.

Serangan itu sebagai peringatan keras Israel untuk menghadapi peringatan 1 tahun serangan mendadak 7 Oktober 2023 yang memicu perang yang sedang berlangsung saat ini. Sekitar 1.200 orang tewas dan 250 lainnya disandera ketika pejuang Hamas menyerbu Israel selatan dari Jalur Gaza.

Ratusan warga melaksanakan shalat jenazah terhadap korban serangan udara Israel di Deir-al-Balah, Jalur Gaza, Palestina, Minggu (6/10/2024).

Dalam beberapa bulan setelahnya, lebih dari 41.000 warga Palestina telah terbunuh di Jalur Gaza, menurut Kementerian Kesehatan Gaza, yang tidak membedakan antara pejuang dan warga sipil. Dikatakan lebih dari setengahnya, perempuan dan anak-anak, seperti dilansir AP, Senin (7/10/2024).

Dalam beberapa pekan terakhir ini, Israel telah secara signifikan memperluas sasarannya terhadap Hizbullah dan kubunya di Lebanon selatan. Israel juga berjanji akan membalas Iran, yang mendukung Hamas dan Hizbullah, setelah negara itu menembakkan rentetan rudal ke negara itu pekan lalu.

Dalam perkembangan terbaru, Israel menyerang sebuah masjid di Gaza tengah pada Minggu (6/10/2024) pagi tempat para pengungsi berlindung, menewaskan sedikitnya 19 orang, kata para pejabat Palestina. Empat orang lainnya tewas dalam serangan di sebuah sekolah yang berubah menjadi tempat penampungan di dekat kota.

Militer Israel mengatakan kedua serangan tersebut menargetkan pejuang Hamas, tanpa memberikan bukti. Seorang jurnalis Associated Press (AP) menghitung jenazah di kamar mayat Rumah Sakit Martir Al-Aqsa. Catatan rumah sakit menunjukkan mereka yang terbunuh di masjid itu semuanya laki-laki.

Militer Israel mengumumkan serangan udara dan darat baru di Jabaliya, Gaza Utara, yang merupakan lokasi kamp pengungsi sejak perang tahun 1948 seputar pembentukan Israel. Israel telah melakukan beberapa operasi besar di sana selama setahun terakhir, untuk melihat para pejuang Hamas berkumpul kembali.

Militer Israel mengatakan tiga tentaranya terluka parah dalam pertempuran Minggu (6/10/2024) di Gaza Utara. Sedangkan serangan udara menghantam pinggiran selatan Beirut pada Minggu (6/10/2024) malam, dimana Israel menargetkan tempat yang dikatakannya sebagai situs pejuang Hizbullah.

Ratusan warga melaksanakan shalat jenazah terhadap korban serangan udara Israel di Deir-al-Balah, Jalur Gaza, Palestina, Minggu (6/10/2024).

Beberapa serangan memicu serangkaian ledakan, yang menunjukkan gudang amunisi terkena serangan. Kantor Berita Nasional Lebanon mengatakan daerah itu dihantam 30 serangan lebih. Hizbullah, angkatan bersenjata terkuat di Lebanon, menembakkan roket ke Israel segera setelah serangan Hamas pada Oktober lalu, dan menyebutnya sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina.

Namun ketegangan di wilayah tersebut telah meningkat sejak Israel meningkatkan perlawanannya terhadap Hizbullah bulan lalu. Israel membunuh pemimpin lama Hassan Nasrallah dan sebagian besar komandan utamanya dan melancarkan apa yang dikatakannya sebagai operasi darat terbatas di Lebanon selatan dan menjadi pertempuran terburuk sejak Israel dan Hizbullah berperang selama sebulan pada tahun 2006.

Kepala badan pengungsi PBB Filippo Grandi mengatakan dalam kunjungannya ke Beirut Lebanon sedang mengalami krisis pengungsian besar-besaran dan serangan Israel jelas-jelas melanggar hukum internasional. Hampir 2.000 orang tewas di Lebanon dalam konflik terbaru, menurut kementerian kesehatan negara itu dan memaksa 1,2 juta orang meninggalkan rumah mereka.

Sementara itu, sehari sebelum peringatan serangan 7 Oktober, massa bergabung dalam protes dan acara peringatan pro-Palestina dan pro-Israel di seluruh Eropa, Afrika Utara dan Asia. Peristiwa Minggu ini menyusul demonstrasi besar-besaran yang terjadi pada hari Sabtu (5/10/2024) di beberapa kota Eropa, termasuk London, Berlin, Paris dan Roma.

Di Israel, serangan penikaman dan penembakan di terminal bus pusat di kota Beersheba, Israel selatan, menyebabkan satu orang tewas dan 10 lainnya luka-luka, menurut petugas pertolongan pertama. Polisi mengatakan wanita yang dibunuh adalah seorang petugas polisi perbatasan. Mereka tidak mengidentifikasi penyerangnya tetapi mengatakan menganggapnya sebagai serangan teror.

Di Israel utara, polisi mengatakan roket yang ditembakkan dari Lebanon menyebabkan kerusakan parah di kota Ma’alot Tarshiha. Media Israel menunjukkan gambar bangunan darurat di luar sebuah rumah di kota yang dilalap api, tetapi ada laporan korban luka. Militer Israel mengatakan puluhan roket dan sejumlah drone memasuki wilayah Israel dari Lebanon pada Minggu (6/10/2024, tetapi sebagian besar dicegat atau jatuh di area terbuka.

Selain itu, sekutu Israel, Presiden Prancis Emmanuel Macron sempat mengulangi seruannya untuk melakukan embargo senjata parsial terhadap Israel, yang memicu kemarahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Kantor Macron mengatakan mendukung penghentian ekspor senjata untuk digunakan di Gaza karena gencatan senjata diperlukan untuk menghentikan meningkatnya kekerasan, sekaigus membuka jalan menuju solusi politik yang diperlukan untuk keamanan Israel dan seluruh Timur Tengah.

Pernyataan Macron sebelumnya yang serupa membuat Netanyahu mengeluarkan pernyataan yang menyebut seruan tersebut sebagai “aib.” Kantor Macron bersikeras “Prancis masih teman setia Israel” dan menyebut pernyataan Netanyahu “berlebihan.”

Pada Minggu (6/10/2024) kedua pemimpin mengindikasikan telah berbicara dan setuju untuk mendorong dialog mengenai masalah tersebut. Kantor Macron menyebutnya sebagai diskusi yang terus-terangdan mengatakan kedua pemimpin menerima perbedaan pandangan dan saling memahami.

Sekutu kuat Israel, Wakil Presiden Kamala Harris mengatakan tetap memasok Israel dengan bantuan militer yang diperlukan untuk melindungi dirinya sendiri. Namun dalam kutipan wawancara yang direkam dengan program CBS ’60 Minutes’ yang dirilis Minggu (6/10/2025), dia mengatakan pemerintahan Joe Biden akan terus mendorong Israel untuk mengakhiri perang.

“Dan kami tidak akan berhenti memberikan tekanan terhadap Israel dan kawasan, termasuk para pemimpin Arab,” kata Kamala Harris yang mencalonkan diri sebagai Presiden AS dari Partai Demokrat melawan Donald Trump dari Partai Republik.(Muh/*)