posaceh.com, Sigli – Menjelang penutupan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIV tahun 2022 di Pidie pada Kamis, (22/12) secara keseluruhan kontingen peserta PORA XIV Aceh Besar beranjak meninggalkan Pidie.
Salah satu official kontingen Aceh Besar, Rudi mengatakan, kondisi penginapan atlet sudah mulai sepi, karena hanya tinggal beberapa cabang olahraga saja yang belum selesai dipertandingkan.
“Secara umum semua cabor sudah selesai, hanya tinggal pencak silat yang sampai hari Rabu ini masih bertanding, sedangkan cabor lain sudah selesai, jadi atlet juga sudah meninggalkan penginapan,” katanya, Rabu (21/12/2022).
Menurutnya pagelaran PORA Pidie sedikit melelahkan, selain hujan yang terus mengguyur venue pertandingan juga tidak berpusat di satu tempat dan harus menunggu giliran.
“Lumayan melelahkan, sebab venue pertandingan yang berjauhan, juga kita harus menunggu giliran, karena venue sedang digunakan cabor lainnya, namun dengan segala keterbatasan PORA XIV sukses berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Rudi menambahkan, alasan utama peserta PORA XIV meninggalkan Pidie, karena cabor sudah selesai dipertandingkan, selain itu juga jika dilihat dari klasmen perolehan medali dari website resmi PORA XIV, Kabupaten Pidie terus mendominasi, hingga pekan terkahir ini perolehan medali Aceh Besar meraih 254 medali.
“Aceh Besar meraih total 254 medali, 97 medali emas, 88 medali perak dan 69 medali perunggu,” ungkapnya.
Terkait dengan hal lain, Rudi berharap pelaksanaan PORA kali ini dapat diambil sebagai pelajaran, supaya ke depan penyelenggaraan PORA semakin baik.
“Mudah-mudahan ini menjadi pengalaman bagi kita semua, sehingga pada PORA mendatang semuanya berjalan dengan lancar dan lebih baik dari tahun ini dan tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh Besar, Muhibbudin Ibrahim, SE, atau yang akrab disapa Ucok Sibreh mengatakan, hampir seluruh atlet Aceh Besar sudah tiba di rumah masing-masing dengan selamat.
“Para atlet dan official sudah kembali kerumahnya masing-masing dengan selamat, karena memang setelah bertanding mereka langsung meninggalkan pemondokan atlet,” pungkasnya. (Muiz)











