posaceh.com, Banda Aceh – Salah seorang jamaah calon haji (JCH) perempuan asal Aceh Timur mempertanyakan tidak ada tensi darah saat pemeriksaan i Aula Jeddah, Asrama Haji Banda Aceh pada Minggu (18/5/2025) pagi.
Perempuan asal Ranto Peureulak, Aceh Timur yang didampingi putrinya karena suaminya tidak memungkinkan berangkat haji, Badriah menyatakan dirinya sering terserang penyakit darah tinggi.
Tetapi, katanya, saat pemeriksaan kesehatan, hanya urine diperiksa, sedangkan lainnya tidak ada. Sehingga, dia merasa khawatir, apakah saat ini tensi darahnya naik atau stabil.
Walaupun demikian, dia merasa sehat dan siap melaksanakan ibadah haji yang telah lama ditunggu-tunggu, tetapi tidak bisa bersama suaminya yang awalnya mendaftar bersama.
Dikatakan, saat suaminya tidak bisa pergi haji beberapa tahun lalu, maka putrinya yang sudah berkeluarga didaftarkan untuk mengganti suaminya. “Untung bisa diganti, kalau tidak, apa jadinya,” katanya.
Dia menjelaskan di tempat pemondokan JCH perempuan, banyak terdapat wanita muda yang mengganti ayahnya, karena meninggal atau berbagai hal lainnya. “Banyak orang muda yang melaksanakan haji tahun ini,” katanya.
Dia mengungkapkan sebagian JCH membawa uang puluhan juta rupiah, sedangkan dirinya tidak lebih dari Rp 1 juta. Padahal, Pemerintah Aceh memberi uang saku 760 riyal dan Baitul Asyi 1.500 Riyal, sehingga sebenarnya cukup untuk membawa oleh-oleh kepada keluarga.
Apalagi, maskapai penerbangan membatasi barang bawaan jamaah haji saat kembali pulang seusai melaksanakan ibadah haji. Dalam beberapa kasus musim haji sebelumnya, banyak barang bawaan jamaah haji yang harus dikirim melalui penerbangan lain dan ada tambahan biaya yang dikenakan.(Muh)











