InternasionalNasional

Jamaah Haji Kloter BTJ 08 Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi, Serahkan Kuliner Khas Aceh untuk Nazhir

16
×

Jamaah Haji Kloter BTJ 08 Aceh Terima Dana Wakaf Baitul Asyi, Serahkan Kuliner Khas Aceh untuk Nazhir

Sebarkan artikel ini
Petugas haji Kloter BTJ 08 Aceh foto bersama Nazhir Wakaf Baitul Asyi Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu di pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel, kawasan Jarwal, Mekkah, Saudi Arabia, Jumat (15/5/2026) sore. FOTO/ KIRIMAN KHALID WARDANA

posaceh.com, Makkah – Wajah penuh syukur dan kebahagiaan menghiasi jamaah haji Kelompok Terbang (Kloter) BTJ 08 Aceh saat menerima dana wakaf Baitul Asyi dari Nazhir Wakaf Baitul Asyi Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu di pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel, kawasan Jarwal, Mekkah, Saudi Arabia, Jumat (15/5/2026) sore.

Penyerahan dana wakaf tersebut menjadi momentum bersejarah sekaligus mengharukan bagi para jamaah asal Aceh yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Wakaf Baitul Asyi merupakan warisan monumental dari Habib Abdurrahman bin Alwi Al Habsyi atau yang lebih dikenal sebagai Habib Bugak Al Asyi, ulama asal Aceh yang mewakafkan hartanya untuk kepentingan masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji. Wakaf tersebut telah berjalan selama lebih dari 220 tahun sejak pertama kali diikrarkan dan terus dikelola secara amanah oleh nazhir untuk disalurkan kepada jamaah Aceh.

Pada musim haji 1447 H/2026 M, pengelola Wakaf Baitul Asyi menyalurkan sekitar 11,2 juta riyal kepada 5.426 jamaah haji asal Aceh. Setiap jamaah menerima dana sebesar 2.000 riyal Saudi atau setara sekitar Rp9,2 juta. Nilai manfaat yang besar ini menjadi bukti nyata keberkahan wakaf produktif yang terus berkembang dari masa ke masa.

Saat ini, nilai aset Wakaf Baitul Asyi diperkirakan mencapai lebih dari 200 juta riyal atau sekitar Rp5,2 triliun. Aset tersebut berkembang menjadi bangunan strategis di kawasan Mekkah, di antaranya Hotel Ajyad setinggi 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai yang berlokasi dekat Masjidil Haram, dengan kapasitas lebih dari 7.000 orang.

Jamaah haji Kloter BTJ 08 Aceh saat menerima dana wakaf Baitul Asyi dari Nazhir Wakaf Baitul Asyi Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu di pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel, kawasan Jarwal, Mekkah, Saudi Arabia, Jumat (15/5/2026) sore.
FOTO/ KIRIMAN KHALID WARDANA

Kloter BTJ 08 Aceh sendiri terdiri atas 393 jamaah yang berasal dari Kabupaten Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues, dengan rincian 142 jamaah laki-laki dan 251 perempuan. Mereka tiba di Mekkah pada Rabu (13/5/2026) pukul 17.30 WAS. Ketua Kloter BTJ 08, H. Khalid Wardana, S.Ag., M.Si menyampaikan bahwa seluruh jamaah telah menuntaskan rangkaian ibadah haji tamattu’, mulai dari thawaf, sa’i hingga tahallul.

“Dua hari setelah kedatangan, seluruh jamaah mendapat undangan khusus dari Nazhir Wakaf Baitul Asyi untuk menerima dana wakaf, dan alhamdulillah semuanya telah diterima dengan baik,” ujar Khalid Wardana.

Sebagai bentuk penghormatan, persaudaraan, dan ikatan emosional antara masyarakat Aceh dengan pengelola wakaf, jamaah Kloter BTJ 08 menyerahkan bungong jaroe berupa bubuk kopi Aceh, ija krong, serta sejumlah makanan khas Aceh kepada Nazhir Baitul Asyi. Meski sederhana, pemberian tersebut sarat makna kebersamaan dan keikhlasan.

“Nilainya mungkin tidak seberapa, tetapi ini adalah simbol persaudaraan, penghargaan, dan rasa terima kasih masyarakat Aceh yang harus terus dijaga,” tambah Khalid yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh Besar.

Semua berharap keberhasilan pengelolaan Wakaf Baitul Asyi dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Aceh untuk membangun gerakan wakaf produktif yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berdaya guna bagi pemberdayaan ekonomi umat.
“Potensi wakaf di Aceh sangat besar, namun masih perlu pengelolaan yang lebih maksimal dan profesional agar memberi manfaat luas bagi kemaslahatan umat,” tegasnya.

Kegiatan penyerahan dana wakaf Baitul Asyi untuk Kloter BTJ 08 turut dihadiri Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman Tgk H Muhammad Ali atau Abu Paya Pasi, Tgk Jamaluddin Affan, serta para petugas kloter yakni H. Khalid Wardana, Tgk Mustafa, Nazaruddin Yahya, dr. Farah Maulida, Syafruddin Rahu, dan Inong Sofiarini. (Abrar)