posaceh.com, Sigli – Sejumlah pedagang kaki lima dikawasan di Jalan lintas jalan Lingkar, Keunire, Kabupaten Pidie, mengeluh akibat pembongkaran jalan aspal yang sudah lama tidak disiram oleh rekanan, aspal sudah lama dibongkar, namun rekanan sepertinya acuh terhadap kondisi tersebut hingga akhirnya kawasan tersebut penuh debu dan berterbangan ke ketempat dagangan masyarakat.
Akibat ulah rekanan yang kurang tanggung jawab itu, para penjual dikawasan itu ada yang tidak jualan lagi akibat debu di jalan terbang kedalam toko penjual.
Erlina warga Grong-grong yang sedang menjual di kawasan itu mengungkapkan, dirinya mengalami kerugian hingga tidak ada lagi pengunjung atau pelanggan untuk membeli dagangannya, seperti gorengan atau lontong dan lain-lainnya sehingga penghasilan sangat minim dibandingkan sebelumnya.
“Setelah jalan itu di bongkar sepanjang jalan tersebut juga telah dipenuhi kerikil, bila kendaraan melintasi semua debu berterbangan ke dagangan saya,” kata Erlina salah seorang pedagang, Minggu (5/6/2022).

Erlina menambahkan, saat ini penghasilanya turun drastis selama jalan itu dibongkar, bahkan sehari ia mendapat penghasilan dari dagangan hanya Rp 50 ribu dan 80 ribu, sedangkan modal yang dikeluarkan ratusan ribu.
“Jika rekanan proyek jalan itu telah melakukan penyiraman rutin setiap hari maka saya tidak pernah mengalami seperti ini, informasi yang diperoleh jalan itu besok akan di aspal apakah demikian tapi saya belum tau kepastiannya,” ujar Erlina.
Sedangkan Munizar, pedangan lainnya mengaku telah pindah dan tidak jualan lagi karena jalan itu dipenuhi debu, para pedangan minta kepada rekanan proyek jalan tersebut agar segara melakukan siram dengan rutin agar pedangan laku dan datang pelanggan lagi.
“Jika jalan itu tidak siram maka debu yang berterbangan akibat kendaraan melintasi semua masuk kedalam tempat kami, kalau debu penuh ketempat kami jual mana mungkin ada orang yang mau belinya,” kata Munizar. (Harmadi)











