posaceh.com, Kota Jantho – Pemerintah terus berupaya menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga pangan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar di Kabupaten Aceh Besar, tepatnya di halaman Kantor Camat Blang Bintang, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pemerintah Aceh melalui Dinas Pangan Aceh untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan, sekaligus mendukung pengendalian inflasi selama Agustus 2026. Masyarakat diberi akses untuk memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Camat Blang Bintang, Subhan, SE, MM, mengatakan pelaksanaan GPM menjadi langkah konkret pemerintah dalam membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari sekaligus menjaga daya beli.
“Gerakan Pangan Murah ini sangat membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Kami menyambut baik kegiatan ini dan berharap masyarakat kita dapat memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya,” ujar Subhan.
Sejumlah komoditas pangan strategis disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras premium, minyak goreng kemasan, gula pasir hingga telur ayam ras. Komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang memiliki pengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Untuk pelaksanaan GPM di Blang Bintang, Dinas Pangan Aceh menyiapkan beras premium sebanyak 4.000 kilogram, minyak goreng 1.600 liter, gula pasir 1.600 kilogram dan telur ayam ras sebanyak 800 papan.
Ketersediaan komoditas dalam jumlah tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga pangan di tingkat konsumen.
Pelaksanaan GPM pun mendapat perhatian masyarakat. Warga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk mendapatkan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Menurut Subhan, program pangan murah memiliki dampak langsung terhadap masyarakat karena menyentuh kebutuhan dasar sehari-hari. Di sisi lain, kegiatan tersebut juga menjadi instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.
Ia menilai pengendalian inflasi tidak hanya bergantung pada kebijakan di tingkat pemerintah, tetapi juga membutuhkan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, pemerintah kecamatan serta masyarakat agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran.
Pelaksanaan GPM di Blang Bintang merupakan bagian dari rangkaian program pangan murah Pemerintah Aceh yang digelar di sejumlah titik di Banda Aceh dan Aceh Besar selama Agustus 2026.
Subhan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, terutama pada saat terjadi perubahan atau gejolak harga sejumlah bahan kebutuhan pokok. Menurutnya, kehadiran pemerintah melalui program pangan murah menjadi bentuk nyata perhatian terhadap daya beli dan kebutuhan masyarakat.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Terutama ketika terjadi perubahan harga kebutuhan pokok, program seperti GPM tentu sangat membantu dan menjadikan Kecamatan Blang Bintang semakin meugiwang,” pungkasnya.(AMZ)
