Daerah

GPM Semarak HUT RI, DP2KP Bagikan 1.000 Paket Pangan Murah untuk Warga Banda Aceh

24
Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si., memantau langsung kegiatan GPM di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Kamis (13/8/2026). FOTO/RINALDI

posaceh.com, Banda Aceh — Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan (DP2KP) kembali menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) bagi masyarakat.

Kegiatan GPM tersebut berlangsung di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Kamis (13/8/2026). Pelaksanaan GPM mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang sejak pagi telah memadati lokasi untuk mendapatkan paket kebutuhan pangan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Kepala DP2KP Kota Banda Aceh, Iskandar, S.Sos., M.Si., mengatakan GPM kali ini dilaksanakan selama dua hari berturut-turut di dua lokasi berbeda. Hari pertama digelar di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kamis (13/8/2026), sedangkan kegiatan berikutnya dijadwalkan besok di Bapperis, Gampong Peuniti, Jumat (14/8/2026).

“Jumlah paket yang disediakan selama kegiatan sebanyak 2.000 paket. Masing-masing lokasi disediakan 1.000 paket. Kami berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik mungkin oleh masyarakat, sekaligus membantu menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas harga pangan,” kata Iskandar.

Antusiasme masyarakat terlihat sejak pagi. Bahkan, warga telah berdatangan sebelum waktu pembukaan yang sebelumnya direncanakan pada pukul 07.00 WIB.

“Alhamdulillah, hari ini antusias masyarakat sangat luar biasa. Bahkan lebih cepat dari jadwal. Kami merencanakan pembukaan pukul 07.00 WIB, tetapi masyarakat sudah ramai sejak pukul 06.30 WIB. Karena itu, pembukaan dan pembagian kupon juga kami lakukan mulai pukul 06.30 WIB,” ujar Iskandar.

Warga Kota Banda Aceh dengan sabar menunggu antrian pada kegiatan GPM di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Kamis (13/8/2026). FOTO/RINALDI

Kegiatan GPM di Peulanggahan tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banda Aceh, Ir. Jalaluddin, ST., MT. Kehadiran pemerintah kota sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap program penyediaan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Iskandar menjelaskan, paket pangan murah yang disediakan dalam kegiatan tersebut berisi sejumlah kebutuhan pokok masyarakat. Setiap paket terdiri atas beras premium sebanyak 5 kilogram dengan harga Rp60.000, minyak goreng SunCo 2 liter seharga Rp33.000, gula pasir 2 kilogram Rp30.000, serta telur ayam sebanyak satu papan dengan harga Rp40.000.

Dengan komposisi tersebut, masyarakat hanya perlu membayar Rp168.000 untuk mendapatkan satu paket pangan murah. “Jadi, satu paket pangan murah itu warga kota cukup membayar Rp168.000 per paket,” jelasnya.

Menurut Iskandar, selisih harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin memperoleh paket pangan murah agar membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Banda Aceh sebagai salah satu persyaratan. Hal tersebut dilakukan agar program dapat diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang berdomisili di Kota Banda Aceh.

Warga Kota Banda Aceh melakukan transaksi pembayaran pada kegiatan GPM di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Kamis (13/8/2026). FOTO/RINALDI

Lebih lanjut, Iskandar mengatakan pelaksanaan GPM bukan sekadar kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan di tengah masyarakat.

“GPM ini dilaksanakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus sebagai upaya menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kota Banda Aceh,” ujarnya.

Ia menyebutkan, stabilitas harga pangan menjadi salah satu perhatian pemerintah karena komoditas pangan merupakan kebutuhan utama masyarakat dan turut berpengaruh terhadap tingkat inflasi daerah. Karena itu, melalui GPM, pemerintah berupaya menghadirkan bahan pangan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus memastikan masyarakat tetap memiliki akses terhadap kebutuhan pangan.

Selain membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga murah, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap pengendalian inflasi, khususnya dari sektor pangan.

“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa membantu masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” kata Iskandar.

Warga Kota Banda Aceh menenteng belanjaannya usai berbelanja pada kegiatan GPM di Masjid Tgk. Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kuta Raja, Banda Aceh, Kamis (13/8/2026). FOTO/RINALDI

GPM juga menjadi salah satu bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau, tetapi juga dapat memanfaatkan momentum untuk memenuhi sebagian kebutuhan rumah tangga.

Pelaksanaan GPM di Peulanggahan berlangsung dengan antusiasme tinggi. Warga yang telah memperoleh kupon kemudian melakukan pembelian paket sesuai ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia.

DP2KP Kota Banda Aceh berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama pada momentum tertentu ketika kebutuhan masyarakat terhadap bahan pangan meningkat. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh bahan pangan pokok dengan harga yang relatif terjangkau, sementara pemerintah tetap dapat menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.

Untuk hari kedua, GPM akan kembali digelar pada Jumat (14/8/2026) di Bapperis, Gampong Peuniti. Sebanyak 1.000 paket pangan murah kembali disiapkan bagi masyarakat Kota Banda Aceh.

Melalui kegiatan tersebut, Pemko Banda Aceh menegaskan komitmennya untuk terus mendukung ketahanan pangan masyarakat sekaligus menjaga daya beli warga. Semangat kemerdekaan pun diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga melalui program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (Rnld)

 

 

 

 

Exit mobile version