Internasional

Israel Bombardir Beirut, Serangan Darat Makin Gencar, Dua Tentara Lebanon Tewas

1106
×

Israel Bombardir Beirut, Serangan Darat Makin Gencar, Dua Tentara Lebanon Tewas

Sebarkan artikel ini
Kepulan asap membumbung tinggi dari lokasi serangan jet tempur Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Kamis (3/10/2024) malam. FOTO/AFP

posaceh.com, Beirut – Jet tempur Israel kembali membombardir Ibu Kota Beirut, Lebanon pada Kamis (3/10/2024) malam. Saat bersamaan, tentara Israel terus melakukan serangan darat ke wilayah Lebanon Selatan, yang menyebabkan dua tentara Lebanon tewas.

Militer Israel terus melancarkan serangan lebih lanjut terhadap pejuang Hizbullah yang didukung Iran, termasuk di Beirut, sambil menyerukan penduduk di kota-kota di selatan Lebanon untuk mengungsi.

Dua hari setelah militer Israel melancarkan serangan darat di Lebanon selatan, pihak berwenang Lebanon melaporkan serangkaian serangan lagi dan puluhan korban jiwa di kalangan layanan darurat sejak konflik meningkat pada September 2024.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan Hizbullah menembakkan sekitar 230 proyektil ke Israel utara dalam satu hari, namun sebagian besar berhasil dicegat atau jatuh di wilayah yang tidak berpenghuni. IDF juga mengklaim telah menewaskan sedikitnya 15 pejuang Hizbullah.

Israel mengatakan telah menyerang sekitar 200 sasaran Hizbullah di Lebanon, termasuk fasilitas penyimpanan senjata dan pos pengamatan. Serangan berlanjut semalaman ketika serangkaian ledakan besar mengguncang pinggiran selatan Beirut.

Serangan juga digencarkan di daerah pemukiman ibu kota Beirut, yang menurut milisi Syiah, kantor persnya menjadi sasaran. Serangan lainnya di lingkungan Bashoura, pusat kota Beirut minggu ini menyebabkan sedikitnya sembilan orang tewas dan 14 orang terluka, kata Kementerian Kesehatan Lebanon, seperti dilansir AFP.

Pihak berwenang sedang melakukan tes DNA untuk mengidentifikasi jasad yang diambil dari situs tersebut agar dapat memberikan jumlah korban akhir. Meningkatnya pertempuran di Lebanon, beberapa hari sebelum peringatan pertama serangan terhadap Israel pada 7 Oktober 2023 oleh pejaung Hamas, telah menambah kekhawatiran, perang di Jalur Gaza pada akhirnya dapat memicu konflik regional.

Hizbullah yang didukung Iran mulai meluncurkan rudal ke Israel utara pada 8 Oktober 2023 untuk mendukung Hamas. Setelah setahun bentrokan lintas batas, tujuan Israel saat ini mengusir Hizbullah dari perbatasan agar sekitar 60.000 warga Israel yang dievakuasi dari wilayah utara dapat kembali ke rumah mereka.

Sementara, dua tentara Lebanon tewas dalam serangan Israel pada Kamis (3/102024), kematian pertama yang dilaporkan sejak dimulainya serangan militer Israel ke negara tersebut, yang berjanji tetap netral dalam konflik tersebut.

Tentara Lebanon mengatakan seorang tentara tewas di kota selatan Taybeh ketika sedang melakukan misi evakuasi dan penyelamatan bersama dengan Palang Merah Lebanon. Sejauh ini, lebih dari 100 pekerja medis dan petugas pemadam kebakaran tewas dan 220 lainnya terluka dalam serangan Israel di Lebanon, menurut Menteri Kesehatan, Firass Abiad.

Dikatakan,, sekitar 1,2 juta orang di Lebanon telah mengungsi akibat pemboman udara besar-besaran Israel yang diluncurkan pekan lalu, menurut pemerintah di Beirut. Sebagian besar pengungsi dari Suriah yang terpaksa kembali ke kampung halamannya, akibat serangan udara Israel, sehingga tidak merasa aman lagi.(Muh)