Internasional

Iran Tangkap Penyanyi Tak Berjilbab, Posting Konser di YouTube

755
×

Iran Tangkap Penyanyi Tak Berjilbab, Posting Konser di YouTube

Sebarkan artikel ini
Parastoo Ahmadi yang bernyanyi tanpa mengenakan jilbab bersama rekannya dalam sebuah konser di Iran, Rabu (11/12/2024). FOTO/SCREENSHOT

posaceh.com, Teheran – Polisi Iran menangkap seorang penyanyi wanita bernama Parastoo Ahmadi yang menggelar konser dan memposting video berdurasi 27 menit di YouTube. Dia melanggar undang-undang baru yang lebih ketat tentang kesopanan perempuan di depan umum yang dikritik oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) internasional.

Parastoo Ahmadi memposting video dari penampilan konsernya pada Rabu (11/12/2024 ), di mana dia bernyanyi dengan gaun tanpa lengan dan rambut terurai lepas ditemani empat musisi pria. Dalam keterangannya, dia menggambarkannya sebagai konser imajiner dan mengajak penonton untuk membayangkan tanah air yang indah di Iran.

Konser tersebut direkam dalam caravanserai, sebutan untuk penginapan pinggir jalan yang secara historis dibangun di sepanjang Jalur Sutra untuk menyediakan tempat bagi para pedagang dan pelancong untuk beristirahat saat mereka menelusuri jalur perdagangan kuno yang membentang dari Afrika Utara hingga Asia Tengah. Parastoo menulis di sinilah sejarah dan mitos kita saling terkait.

“Saya Parastoo, seorang gadis yang ingin bernyanyi untuk orang yang saya cintai,” tulis dalam caption tersebut. “Ini adalah hak yang tidak dapat saya abaikan; bernyanyi untuk tanah yang saya cintai dengan penuh semangat.”

Milad Panahipour, seorang pengacara Iran, kepada The Associated Press (AP), Senin (16/11/12024) mengatakan Parastoo ditangkap pada Sabtu (14/12/2024) atas pertunjukan tersebut. Dia mengaku tidak mengetahui dakwaan, lembaga penangkapan atau lokasi penahanannya.

Pengadilan Iran mengkonfirmasi sebuah kasus telah dibuka terhadap Parastoo Ahmadi, namun tidak merinci dakwaannya. Pernyataan tersebut, yang dikeluarkan oleh Kantor Berita Mehr milik pemerintah, juga mengatakan Parastoo telah dibebaskan setelah wawancara dengan pihak berwenang.

Pusat Penerangan Kepolisian Mazandaran mengumumkan Ibu Parastoo juga menghadiri sesi pengarahan setelah memposting video yang dianggap bertentangan dengan norma dan nilai budaya,. “Dia telah diminta untuk hadir di hadapan otoritas kehakiman,” kata Kepolisian Mazandaran.

Sedangkan Organisasi Hak Asasi Manusia Hengaw, sebuah organisasi yang berbasis di Norwegia, mengatakan telah mendapat laporan dua pria yang tampil bersamanya, Sohail Faghih-Nassiri dan Ehsan Beyraghdar juga ditangkap.

Sementara itu, konflik masalah ini kembali memicu kemarahan internasional pada 2022 ketika seorang wanita muda bernama Mahsa Amini (22) ditangkap di luar stasiun kereta bawah tanah di Teheran dan dituduh tidak mengenakan hijab dengan benar. Dia meninggal hanya tiga hari kemudian.

Pemerintah Iran membantah melakukan kesalahan, mengklaim Amini meninggal karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya. Namun kelompok hak asasi manusia meragukan hal tersebut, dan misi pencari fakta PBB menyatakan bahwa dia dibunuh akibat pemukulan oleh pihak berwenang Iran.

Kematiannya memicu kemarahan di seluruh Iran, menarik perempuan berbondong-bondong melakukan protes meskipun ada tindakan keras dari pihak berwenang. Untuk mencegah hal itu meluas, sebuah klinik anti-penyingkapan juga telah didirikan di Iran, di mana perempuan didorong untuk mengikuti hukum jilbab melalui terapi.(Muh/*)