posaceh.com, London – Panglima Angkatan Bersenjata Inggris, Laksamana Tony Radakin mengeluarkan peringatan ancaman serangan nuklir Rusia ke negaranya dan NATO. Dia menegaskan dunia sedang berada di titik puncak zaman nuklir ketiga, yang ditandai dengan berbagai tantangan yang terjadi secara bersamaan.
Tony mengakui mulai melemahnya perlindungan yang mampu mengendalikan ancaman-ancaman sebelumnya. Dia mengatakan Inggris perlu menyadari keseriusan ancaman yang dihadapinya, bahkan jika ada kemungkinan Rusia melancarkan serangan nuklir langsung terhadap Inggris atau sekutu NATO.
Dikatakan, Perang Dingin menyaksikan dua negara adidaya terkekang oleh pencegahan nuklir dan tiga dekade terakhir ditandai dengan upaya internasional membatasi penyebaran senjata nuklir, tetapi era saat ini jauh lebih kompleks.
Tony Radakin menyampaikan laporannya dalam pidatonya di hadapan Kerajaan Institut Layanan Bersatu (RUSI) Inggris, Rabu (4/12/2024). “Kita berada di awal era nuklir ketiga…” katanya, seperti dilansir AP, Jumat (6/12/2024).
“Hal ini disebabkan oleh berbagai dilema yang terjadi secara bersamaan, berkembangnya teknologi nuklir dan disruptif, serta hampir tidak adanya arsitektur keamanan seperti yang ada sebelumnya,” jelasnya.
Disebutkan, tantangan yang dihadapi oleh Barat termasuk ancaman Rusia untuk menggunakan senjata nuklir taktis di Ukraina, upaya Tiongkok membangun cadangan nuklirnya, kegagalan Iran bekerja sama dengan upaya internasional untuk membatasi program nuklirnya, dan prilaku tidak menentu Korea Utara.
“Semua ini terjadi di tengah meningkatnya serangan siber, sabotase, dan kampanye disinformasi yang bertujuan untuk mengganggu stabilitas negara-negara Barat,” jelasnya. Dia menggambarkan pengerahan tentara Korea Utara bersama pasukan Rusia di perbatasan Ukraina sebagai perkembangan luar biasa tahun ini dan memperingatkan pengerahan lebih lanjut masih mungkin dilakukan Korut.
Ceramah tahunan yang disampaikan oleh kepala staf pertahanan Inggris merupakan tradisi di RUSI, salah satu lembaga pemikir terkemuka di negara itu mengenai isu-isu militer dan strategis.
Radakin menggunakan ceramah tersebut untuk menyampaikan alasan untuk melanjutkan reformasi di militer Inggris sehingga siap merespons perubahan lanskap internasional.
“Hal ini termasuk mempertahankan penangkal nuklir Inggris yang telah menjadi satu bagian dari inventaris kami yang paling disadari oleh Rusia dan memiliki dampak lebih besar terhadap Putin dibandingkan apa pun,” katanya.
Inggris selalu menempatkan setidaknya satu kapal selam yang dipersenjatai dengan rudal nuklir di laut sehingga dapat merespons jika terjadi serangan nuklir.
Pemerintah Inggris saat ini sedang melakukan tinjauan pertahanan strategis untuk menentukan bagaimana angkatan bersenjatanya harus ditempatkan dan diperlengkapi untuk menghadapi tantangan-tantangan baru.(Muh/*)
