Internasional

Indonesia Kecam Keras Pengeboman Rumah Sakit Kamal Adwan

760
Seorang ayah membawa putranya yang terluka parah terkena serpihan bom Israel di Rumah Sakit Kamal Adwan, Jalur Gaza, Palestina, Kamis (6/12/2024). FOTO/ALJAZEERA

posaceh.com, Jakarta -Pemerintah Indonesia mengecam keras pengeboman Rumah Sakit Kamal Adwan di Gaza Utara oleh Israel pada Kamis (6/12/2024) yang menyebabkan tim medis Indonesia terjebak di dalam dan harus dievakuasi ke rumah sakit lain.

“Indonesia mengecam dengan keras pengeboman dan penyerangan RS Kamal Adwan di Gaza Utara oleh Israel, yang memaksa Tim Medis Indonesia dari MER-C untuk meninggalkan fasilitas kesehatan tersebut,” tulis Kementerian Luar Negeri RI melalui akun resmi X, Jumat (6/12/2024).

“Indonesia mendesak komunitas internasional untuk meningkatkan tekanan kepada Israel untuk segera menghentikan semua kekerasan dan mematuhi semua kewajiban internasionalnya, termasuk memastikan perlindungan rakyat sipil dan pekerja kemanusiaan,” imbuhnya. Serangan tersebut mengakibatkan tim medis asal Indonesia terjebak di sana. Indonesia menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran serius.

“Serangan ini adalah bagian dari agresi Israel yang menyasar fasilitas sipil yang merupakan pelanggaran serius dari Hukum Humaniter Internasional dan Hukum HAM Internasional,” ujarnya. Sedangkan militer Israel membantah telah melakukan penyerangan di Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara Palestina dengan dalih hanya melakukan operasi di sekitar rumah sakit tersebut.

“Bertentangan dengan laporan yang beredar selama sehari terakhir, militer tidak menyerang Rumah Sakit Kamal Adwan atau beroperasi di dalamnya,” kata Militer Israel dalam sebuah pernyataan dikutip AFP, Jumat (6/12/2024). Israel juga mengatakan akan terus melakukan operasi di sekitar rumah sakit untuk melawan teroris.

Sebelumnya, Jurnalis Al Jazeera melaporkan RS Kamal Adwan dibombardir Israel hingga mengakibatkan pasien dan staf medis, termasuk staf dari Indonesia, terjebak di dalamnya. Pasukan militer Zionis juga menahan warga sipil di sekitar rumah sakit, bahkan melukai mereka dan para perawat.(Muh/*)

Exit mobile version