posaceh.com, Banda Aceh – Ketua Majelis Pengurus Wilayah (MPW) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, SH, SE, MS, melantik Pengurus ICMI Organisasi Daerah (Orda) Aceh Besar periode 2026-2031.
Pelantikan berlangsung di Aula Auditorium Prof. Ali Hasymi UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).
Dalam pelantikan tersebut, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag., resmi dipercaya sebagai Ketua ICMI Orda Aceh Besar periode 2026-2031. Ia didampingi Dr. Muhammad Rizki, M.Pd., sebagai Sekretaris dan Cut Jarita Susanti, S.Pd., sebagai Bendahara.
Ketua ICMI Orda Aceh Besar, Prof. Dr. Muji Mulia, M.Ag., menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat serta tokoh-tokoh Aceh Besar yang telah memberikan amanah kepadanya untuk memimpin organisasi tersebut selama lima tahun ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat Aceh Besar dan tokoh-tokoh masyarakat yang telah memberikan amanah kepada saya untuk menahkodai ICMI Orda Aceh Besar periode 2026-2031,” ujarnya.
Muji Mulia juga meminta dukungan seluruh tokoh dan elemen masyarakat Aceh Besar agar ICMI dapat menjalankan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya memohon dukungan dan sokongan dari semua tokoh dan seluruh elemen Aceh Besar agar ICMI Aceh Besar ke depan semakin eksis. Kami akan menyusun berbagai program kerja yang berdampak dan bermanfaat bagi masyarakat Aceh Besar,” katanya.

Menurutnya, ICMI Aceh Besar akan menempatkan diri sebagai mitra strategis pemerintah daerah, khususnya dalam memberikan kontribusi pemikiran dan gagasan bagi pembangunan daerah.
“ICMI Aceh Besar sebagai mitra strategis pemerintah daerah akan memberikan kontribusi dan sumbangan pemikiran, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan Aceh Besar yang lebih baik ke depan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus ICMI Aceh Besar untuk bekerja secara bersama-sama dan membangun kolaborasi dalam mendukung kemajuan daerah.
“Saya mengharapkan kepada seluruh pengurus ICMI Aceh Besar ke depan, mari sama-sama bahu-membahu untuk kemajuan daerah, Aceh Besar khususnya dan Aceh secara umumnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua MPW ICMI Aceh, Dr. Taqwaddin Husin, mengatakan keberadaan cendekiawan memiliki posisi penting dalam memberikan arah pemikiran bagi kemajuan masyarakat dan daerah.
Menurutnya, cendekiawan tidak serta-merta menjadi tokoh, begitu pula seorang tokoh tidak otomatis dapat disebut sebagai cendekiawan. Namun, ketika seorang cendekiawan mampu menjadi tokoh yang berpengaruh di tengah masyarakat, hal tersebut menjadi sesuatu yang luar biasa.
“Cendekiawan tidak serta-merta menjadi tokoh, dan tokoh juga tidak serta-merta menjadi cendekiawan. Tetapi ketika cendekiawan menjadi tokoh, itu sesuatu yang luar biasa. Karena itu, cendekiawan mesti berintegritas, tokoh juga mesti berintegritas,” kata Taqwaddin.

Ia berharap pengurus ICMI Aceh Besar yang baru dilantik mampu menjaga integritas sekaligus menjalankan peran intelektualnya dalam memberikan solusi terhadap berbagai persoalan masyarakat.
“Cendekiawan harus mampu memberikan pemikiran yang konstruktif, bukan hanya mengkritik, tetapi juga menawarkan solusi. ICMI harus hadir di tengah masyarakat dan memberikan manfaat bagi pembangunan Aceh Besar,” ujarnya.
Pelantikan pengurus ICMI Orda Aceh Besar periode 2026-2031 tersebut mengusung tema “Menguatkan Peran Cendekiawan Muslim dalam Membangun Aceh Besar yang Berilmu, Berdaya Saing dan Berkeadaban.”
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan prosesi peusijuek terhadap dua tokoh Aceh Besar, yakni Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Prof. Dr. Mujiburrahman, M.Ag., dan Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., D.B.A.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi tausiah, doa bersama, dan makan bersama.(Zal)











