Internasional

Houthi Tuduh Israel Melakukan Pembunuhan di Gaza dengan Dukungan AS-BoP

21
×

Houthi Tuduh Israel Melakukan Pembunuhan di Gaza dengan Dukungan AS-BoP

Sebarkan artikel ini
Serangan Houthi ke Arab Saudi pada Sabtu (12/9/2026). FOTO/Agen Pers Arsip Saudi

posaceh.com, Jakarta- Biro politik Houthi  di Yaman menuduh Israel terus melakukan pembunuhan di Gaza dan melanggar perjanjian gencatan senjata dengan dukungan dukungan langsung dari Amerika Serikat (AS) serta perlndiungan politik dari negara-negara yang tergabung dalam Dewan Perdamaian atau  Board of Peace (BoP).

Pernyataan tersebut disampaikan setelah menerima laporan kematiannya Mohammed Abdulsalam al-Yazouri, komandan Brigade Khan Younis Hamas sekaligus anggota militer Brigade Qassam. Ia tewas dalam serangan Israel di Gaza.

Melansir Al Jazeera  pada Minggu (13/9/2026), Houthi mengatakan pembunuhan tersebut tidak akan mencakup kelompok-kelompok bersenjata Palestina dan transmisi agar dukungan terhadap perjuangan Palestina terus diberikan.

Mereka juga mendesakkan sikap tegas untuk menentang apa yang mereka sebut sebagai pelanggaran Israel terhadap tempat-tempat suci umat Islam, khususnya Masjid Al-Aqsa.

Pernyataan ini juga disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di perbatasan Arab Saudi-Yaman. Kawasan Jazan yang berbatasan langsung dengan Yaman berulang kali menjadi sasaran serangan proyektil dan pesawat nirawak dari wilayah yang dikuasai Houthi dalam beberapa tahun terakhir.

Pihak yang berwenang Arab Saudi berulang kali menegaskan bahwa penyerangan terhadap kawasan pemukiman warga sipil melanggar ketentuan hukum internasional.

Board of Peace resmi Didirikan pada Januari 2026. Dewan Perdamaian ini dibentuk oleh Presiden AS Donald Trump, dengan tujuan menangani dan menyelesaikan konflik global, termasuk genoside di Palestina.

Dewan ini beranggotakan 22 negara, di antaranya Argentina, Turki, Yordania, Uni Emirat Arab, Amerika Serikat, Israel, termasuk Indonesia.

Forum ini menuai sorotan karena cakupannya luas, iuran keanggotaan yang mahal, hingga daftar negara yang bergabung maupun menolak.

Meski mengusung misi perdamaian, Dewan Perdamaian menuai kontroversi sejak awal. Peran Trump sebagai ketua tanpa batas waktu, biaya pemakaman yang sangat tinggi, hingga potensi tumpang tindih dengan PBB menjadi sorotan tajam komunitas internasional.

Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menegaskan Board of Peace tidak akan menggantikan peran PBB. Namun, banyak pihak menilai keberadaan forum ini bisa memecah fokus dan legitimasi diplomasi global.(Muh/*)