EkbisNews

Harga TBS Sawit Stabil, Petani Belum Masuki Masa Panen

1398
×

Harga TBS Sawit Stabil, Petani Belum Masuki Masa Panen

Sebarkan artikel ini
Hasil produksi petani kelapa sawit masih terbatas di kawasan perkebunan rakyat Kecamatan Suka Makmur, Kabupaten Nagan Raya. Foto/video kiriman

posaceh.com, Banda Aceh – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit masih stabil dalam beberapa pekan terakhir ini, berkisar Rp 1.500 sampai Rp 2.600 per kg. Kondisi itu tidak diimbangi dengan hasil produksi petani sawit yang belum memasuki masa panen.

Saat ini, sebagian petani sawit masih menunggu masa pembuahan, sehingga diperkirakan masa panen akan terjadi pada Februari atau Maret 2025 mendatang yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1445 H. Untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, para petani sawit harus bekerja menderes TBS di perkebunan milik swasta.

Hal itu seperti diungkapkan oleh Alman, salah seorang petani sawit di Kabupaten Naga Raya pada Minggu (6/10/2024). Dia menetap di Desa krueng Alem, Kecamatan Darul Makmur mengaku memiliki lahan kelapa sawit seluas 1,5 hektare.

Dia mengatakan para petani sawit di wilayahnya belum memasuki masa panen, sehingga harus bekerja ke perkebunan sawit yang memiliki tanda buah segar dalam jumlah terbatas.

Ditambahkan, untuk mengisi truk berukuran 11 ton, dibutuhkan waktu paling cepat satu minggu atau tujuh hari, berbeda dengan masa puncak panen, hanya satu atau dua hari. “Hasil produksi kelapa sawit saat ini sangat terbatas, padahal harga sudah bagus,” katanya.

Dia menjelaskan harga TBS sawit naik-turun, seperti hari ini Rp 2.280 per kg jika dibeli agen, tetapi jika pabrik mencapai Rp 2.600 per kg. Alman menjelaskan, seusai bekerja memetik buah sawit, sore harinya pergi kebun untuk merawat kelapa sawit miliknya.

Dia memperkirakan masa panen pada Februari atau Maret 2025 mendatang, dengan rata-rata produksi sebanyak 3 ton per hektare sekali panen. Ditambahkan, dibutuhkan 18 hari untuk panen TBS sawit, tetapi tergantung luas area kelapa sawit.

Sedangkan Kementerian Pertanian telah menetapkan produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit per hektare sebanyak 36 ton/ha/tahun, agar produksi CPO Indonesia dapat mencapai 48,6 juta ton.

Sementara itu, Ir M Nasir Ali, mantan peneliti BPTP Aceh yang ikut memantau perkembangan harga TBS sawit di wilayah timur dan barat Aceh, Minggu (6/10/2024) mengatakan harga di lapangan berbeda-beda. Dia menjelaskan harga TBS sawit di wilayah timur, seperti Aceh Timur dan Aceh Tamiang, dua wilayah dengan kebun sawit terluas masih berkisar Rp 1.500 per kg.

Dia menjelaskan harga TBS sawit di Kabupaten Aceh Jaya sempat mencapai Rp 2.600 per kg, namun kembali turun ke Rp 2.300 per kg. Disebutkan, harga TBS sawit berbeda-beda, tergantung usia dan kualitas buahnya.

Seperti dikutip dari Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, harga TBS sawit ditetapkan berdasarkan usia dan rendemen. Untuk umur kelapa sawit 3 tahun, ditetapkan Rp 1.990 per kg untuk wilayah timur dan Rp 1.964 untuk wilayah Barat pada periode Juli2024 lalu.

Sedangkan usia di atasnya, Rp 2.000-an per kg, untuk wilayah timur maupun barat. Pada September 2024, seluruhnya naik menjadi Rp 2.000-an per kg. Namun, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh belum merilis harga Oktober 2024. Jika dibandingan harga TBS sawit pada era 2010-an, hanya ratusan rupiah per kg, maka harga sekarang sudah memadai.(Muh)