posaceh.com, Banda Aceh – Dinamika harga bahan pokok dapur rumah tangga di Banda Aceh terpantau relatif stabil hingga sepekan terakhir ini. Pasokan dipastikan aman dan permintaan masyarakat juga berada pada level normal.
Meski pemerintah telah menyesuaikan harga bahan bakar minyak (BBM), namun hingga Sabtu (11/7/2026) belum memberikan tekanan signifikan terhadap harga komoditi bahan dapur rumah tangga di tingkat konsumen Pasar Tradisional Almahira, Lamdingin, Banda Aceh.
Pantauan posaceh.com, Sabtu (11/7) pagi di Pasar Banda Aceh, menunjukkan sebagian besar komoditi sayur dan bumbu dapur bergerak flat atau bergerak stabil. Hanya dua komoditi yang mengalami kenaikan, yaitu bawang putih dan cabai rawit, yang utamanya dipicu oleh faktor biaya logistik dan rantai pasok.
Mayoritas harga stabil dan permintaan juga normal. Secara umum, indeks harga bahan dapur rumah tangga di Pasar Almahira masih dalam koridor wajar.
Seorang pedagang bahan dapur di Pasar Almahira, Muhammad menyebutkan, harga barang masih dalam batas stabil, meski kadang naik – turun. “Permintaan serta pembeli juga normal seperti biasa. ,” ujarnya.
Stabilitas ini menjadi indikator bahwa distribusi pasokan dari sentra produksi ke Banda Aceh masih berjalan lancar.
Untuk komoditi cabai, harga masih tergolong terkendali kecuali cabai rawit. Cabai merah Rp35.000 – Rp40.000 per kilogram. Harga ini bertahan sama dengan rata-rata 6 bulan terakhir.
Cabai hijau Rp30.000 per kilogram. Cabai rawit Rp55.000 per kilogram. Angka ini melonjak signifikan jika dibandingkan beberapa bulan lalu yang masih di level Rp25.000 per kilogram.
Kenaikan cabai rawit sebesar 120 persen dalam beberapa bulan ini menjadi perhatian. Kemungkinan kenaikan ini faktor utamanya dipicu biaya pengiriman.
Pasokan cabai rawit Banda Aceh saat ini didominasi dari sentra produksi lokal, yakni Kabupaten Pidie dan Takengon, Aceh Tengah. Kenaikan BBM otomatis menaikkan ongkos angkut dari kebun ke pasar induk.
Sektor perbawangan juga menunjukkan tren beragam. Bawang lokal masih stabil, namun bawang putih mengalami kenaikan.
Bawang merah lokal/kecil berkisar Rp30.000/kg, bawang merah besar Rp38.000/kg, bawang Blbombai Rp30.000/kg, bawang peking Rp35.000/kg dan bawang putih Rp40.000/kg
Harga bawang putih naik dari sebelumnya Rp30.000 – Rp35.000 per kilogram menjadi Rp40.000 per kilogram. Kenaikan sekitar 14 persen – 33 persen ini tidak lepas dari struktur pasokannya.
Bawang putih Banda Aceh 100 persen impor dari Cina via Medan, Sumatera Utara. Diperkirakan begitu ada kenaikan solar dan tol, biaya kontainer dan truk pasti ikut naik. .
Artinya, bawang putih sangat sensitif terhadap inflasi biaya logistik karena rantai pasoknya panjang dan lintas provinsi, bahkan lintas negara.
Untuk saat ini, ibu-ibu rumah tangga di Banda Aceh masih bisa bernafas lega. Kecuali untuk menu yang butuh banyak bawang putih dan cabai rawit, mungkin harus sedikit mengencangkan ikat pinggang.(Sdm).
