Daerah

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Masyarakat Tanyakan Pernyataan Presiden Jokowi

1608
×

Harga Beras Tak Kunjung Turun, Masyarakat Tanyakan Pernyataan Presiden Jokowi

Sebarkan artikel ini
Pedagang bahan pokok Fadil, sedang menakar beras, di Pasar Kampung Baro Kota Banda Aceh, Rabu (18/10/2023). FOTO/ WAHYU DESMI

posaceh.com, Banda Aceh – Harga beras yang melambung tinggi, membuat masyarakat semakin resah. Pasca pernyataan Presiden Joko Widodo pada 19 September 2023 lalu, tentang upaya mengendalikan inflasi dan harga pangan, masyarakat bertanya-tanya mengapa harga beras belum kunjung turun.

Pada pernyataannya bulan lalu saat berada di Pasar Jatinegara Jakarta Timur, Presiden Jokowi menyatakan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan, termasuk beras. Pemerintah juga telah mengambil berbagai langkah, termasuk mengimpor beras, guna memastikan pasokan terpenuhi dan harga tetap terjangkau.

Namun, hingga saat ini, harga beras di pasaran masih berada pada titik harga yang tinggi sejak satu bulan terakhir. Masyarakat mulai bertanya-tanya apakah langkah-langkah yang diumumkan pemerintah sebelumnya, telah efektif atau belum.
Seorang warga Aceh Besar Nuraini (50) wmenuturkan, harga beras yang tidak kunjung turun tersebut semakin berdampak buruk pada perekonomian. Beras sebagai salah satu komoditas pokok, memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan dasar.

“Harga beras yang tinggi menjadi beban tersendiri bagi kita, bahkan kita merasa terjebak dalam krisis ekonomi yang semakin memburuk. Dalam hal ini, kami sebagai masyarakat ingin bertanya, kenapa sampai saat ini harga beras masih tinggi, dan kapan harga beras akan kembali normal,” ungkapnya, di Lhoknga Aceh Besar, Rabu (18/10/2023).

Ia menyebutkan, biaya hidup yang semakin meningkat membuat mereka sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama makanan. Harga beras yang tidak kunjung turun telah menggerus daya beli mereka, dan banyak yang merasa terbatas dalam membeli beras yang cukup untuk keluarganya.

Nuraini (ketiga dari kiri) bersama dua warga lainnya sedang membuat kue, di Lhoknga Aceh Besar, Rabu (18/10/2023).
FOTO/ WAHYU DESMI

“Butuh langkah cepat dari pemerintah untuk mengontrol kembali harga beras yang semakin menjerat perekonomian masyarakat. Sampai saat ini, kami masih menunggu turunnya harga beras, meskipun kekecewaan karena ketidaksesuaian yang kita rasakan dari paparan sebelumnya itu,” imbuhnya.

Sementara itu, pedagang bahan pokok di Pasar Kampung Baro, Kota Banda Aceh, Fadil mengungkapkan, harga beras masih bertahan sejak satu bulan terakhir, dengan harga per liternya Rp 23 sampai 25 ribu, atau per karung 15kg Rp 220 ribu.
“Harga beras masih sama seperti sebelumnya, dan belum tampak adanya indikasi penurunan dari harga beras tersebut,” jelasnya.
Sementara itu, harga gula kembali menanjak dari harga Rp 750 ribu menjadi Rp 755 persak 50kg. Namun harga telur, minyak makan, dan beberapa bahan pokok lainnya masih stabil.

“Harga bahan pokok lainnya yang menanjak naik hanya harga gula, sebelumnya masih bisa kita jual dengan harga Rp 16 ribu per kg. Namun saat ini harus dijual seharga Rp 17 ribu per kg,” pungkasnya.(Wahyu Desmi)