Nasional

Gaduh Utang Anies Baswedan: Dibuka Erwin Aksa, Ditutup Sandiaga

2373
×

Gaduh Utang Anies Baswedan: Dibuka Erwin Aksa, Ditutup Sandiaga

Sebarkan artikel ini
Anies-Sandiaga menyerahkan LHKPN. ©2016 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

posaceh.com – Kabar adanya surat perjanjian utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno sempat bikin heboh publik. Perjanjian utang piutang itu menyangkut dana kampanye dan logistik di Pilgub DKI 2017 silam. Isu itu dihembuskan pertama kali oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Erwin Aksa.

Pernyataan Erwin dilontarkan dalam Youtube Akbar Faizal Uncensored yang diunggah 5 Februari 2022. Saat wawancara, Akbar Faizal sempat menanyakan soal perjanjian politik dalam Pemilu. Erwin pun mengungkap perjanjian dalam Pemilu sangat dibutuhkan demi kelangsungan di dunia politik.

Erwin menerangkan, saat Pilkada DKI 2017, pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dan Wakil Gubernur DKI Anies-Sandiaga tak hanya ada perjanjian politik. Namun juga perjanjian utang piutang.

“Saya baru tahu juga memang, itu memang waktu putaran pertama (Pilkada DKI 2017), ya. Logistik juga susah. Jadi yang punya logistik kan Sandi, Sandi kan banyak saham, likuiditas bagus, dan sebagainya. Ya ada perjanjian satu lagi, yang saya kira itu yang ada di Pak Rikrik itu,” kata Erwin.

Kala itu untuk maju putaran pertama Pilkada DKI, Anies-Sandiaga sedang tertatih-tatih. Erwin menyebut utang ini diperkirakan belum lunas hingga saat ini.

Perjanjian antara Anies, Sandiaga dan Prabowo itu disusun pengacara Sandi saat itu, Rikrik Rizkiyana dan ditulis Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zonpada September 2016. Perjanjian yang berisi 7 poin itu kini dipegang oleh Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

“Itu terkait Pilgub 2017. Malam itu kita tandatangan sebelum kita mendaftar ke KPUD. 2016 bulan September. Tapi isi-isinya secara lebih etis disampaikan yang punya copynya. Saya sendiri enggak megang,” kata Sandiaga menanggapi kabar utang piutang tersebut.

Nilainya utang Anies itu ditaksir mencapai Rp50 miliar. Namun, berdasarkan salinan surat perjanjian yang beredar, nominal utang Anies ternyata lebih besar yaitu Rp92 miliar. Surat ini berjudul Surat Pernyataan Pengakuan Hutang II dan ditandatangani oleh Anies di atas materai 6000 pada 6 Februari 2017.(Merdeka.com)