Daerah

Enang-Enang Akses Penting Bagi Masyarakat, Prof Ridwan Nurdin : BPJN Aceh Bijaklah Mengeluarkan Statemen

28
×

Enang-Enang Akses Penting Bagi Masyarakat, Prof Ridwan Nurdin : BPJN Aceh Bijaklah Mengeluarkan Statemen

Sebarkan artikel ini
FOTO/Enang-Engang

posaceh.com, Takengoh – Rektor IAIN Takengon, Prof Dr Ridwan Nurdin, MCL meminta BPJN Aceh, untuk memahami bagaimana pentingnya jalur Enang-Enang untuk akses transportasi bagi masyarakat Gayo.

Untuk itu, ia mengimbau BPJN Aceh untuk lebih bijak mengeluarkan statemen. Bukan justru mengeluarkan statemen yang melukai masyarakat Gayo.

“Memang kita tahu, akses Enang-Enang tidak sepenuhnya aman untuk dilintasi. Hanya saja, dengan statemen BPJN untuk menutup akses itu, saya rasa tidak tepat,” tegas Prof Ridwan Nurdin, Kamis 25 Juni 2026.

Disampaikan, akses Enang-Enang masih aman jika dilintasi kenderaan kecil, dan bisa mengurai kemacematan di jalur alternatif Weh Porak.

“Dan tentu, dengan sumbangan swadaya dari masyarakat untuk akses di Enang-Enang, menjadi pukulan telak bagi Pemerintah bagaimana lambatnya penanganan akses jalan pasca bencana di tanoh Gayo,” ujarnya.

Menurut Prof Ridwan, masyarakat Gayo tergerak bersama berdonasi untuk Enang-Enang, lantaran setelah delapan bulan tak ada kejelasan.

“Jika akses ini, dibiarkan terlalu lama rusak, maka ekonomi masyarakat Gayo, perlahan akan semakin buruk. Itu yang harus dipahami BPJN,” ujarnya.

Donasi yang dikumpulkan masyarakat katanya lagi, bukan untuk memperbaiki jalan dan jembatan Enang-Enang secara utuh, hanya saja jika akses ini bisa dilintasi kenderaan kecil, maka kemacetan di jalan alternatif Weh Porak bisa terurai.

“Dulu sebelum bencana, jika kita dari Banda Aceh ke Takengon itu biasanya 6 sampai 7 jam, tapi saat ini bisa sampai 14 jam, tentu ini tidak baik bagi siklus ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Oleh sebab itu, dia menyarankan agar BPJN Aceh untuk membuka akses Enang-Enang kembali, sembari menunggu perbaikan secara permanen.

“Dengan kedatangan BPJN ke Enang-Enang kemarin, dan mengeluarkan statemen yang melukai perasaan masyarakat, tentu itu tidak mendidik,” katanya.

“BPJN harusnya melakukan pendampingan bagi semua jalan nasional yang rusak pasca bencana. Itu yang harus dilakukan, bukan mengeluarkan statemen yang tidak-tidak,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui, donasi untuk perbaikan jalan dan jembatan Enang-Enang, awalnya diinisiasi oleh Jemaah Masjid Agung Ruhama Takengon, yang diserahkan secara langsung ke inisiator perbaikan jalan, Syahrial yang kini menjadi sosok viral.(Muh/*)