posaceh.com, Banda Aceh – Empat pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh sepakat untuk mempermudah masuknya investasi ke Ibu Kota Provinsi Aceh ini dalam upaya mengatasi angka pengangguran yang terus meningkat dari tahun ke tahun.
Moderator Dossy Alfian dan Yulia Usfa dalam debat kedua atau pamungkas di Asrama Haji Banda Aceh pada Rabu (20/11/2024) malam menyatakan tingkat pengangguran di Banda Aceh terus naik dari tahun ke tahun. Dikatakan, angka pengangguran 31,3 persen pada 2021, 48,31 persen pada 2022 dan terus naik menjadi 51,2 persen pada 2023.
Calon Walikota Banda Aceh, no urut 3, Aminullah Usman yang didampingi calon Wakil Walikota Banda Aceh, Isnaini Husda langsung menyebut menghadirkan investor akan mampu membuka lapangan kerja.
“Untuk membuka lapangan kerja, tentunya dengan menghadirkan investor,” ujarnya. Dia mengatakan investasi akan membantu mengurangi angka penggangguran dengan terbukanya lapangan kerja.
Dia menyatakan sudah mendirikan Mall Pelayanan Publik (MPP) untuk mempermudah perizinan investor. Bahkan, katanya, semuanya sudah ada regulasi dan mengharamkan pungutan ke investor. “Kerjasama dengan para investor dari luar Aceh, harus mampu gunakan produk yang dihasilkan masyarakat Banda Aceh dalam rangka membuka lapangan kerja,” jelasnya.
Aminullah menambahkan Banda Aceh sebagai kota dagang, pelaku UMKM juga harus dikembangkan melalui ekonomi kreatif yang tidak membutuhkan modal banyak, tetapi dapat membuka lapangan kerja sebanyak-banyaknya.
Bahkan, katanya, bagi yang membutuhkan modal, maka sudah ada LKMS Mahirah Muamalah yang didirikannya saat menjadi Walikota Banda Aceh. Ditambahkan, tidak akan dikenakan pajak bagi untuk pelaku UMKM, selain membantu usaha lain, sehingga dapat membuka lapangan kerja, seperti sektor kelautan di Lampulo, Banda Aceh.
Isnaini menambahkan untuk menumbuhkembangkan investasi, maka izin harus dipermudah melalui kerjasama dengan pihak luar Aceh. Dikatakan, infrastruktur untuk menunjang lapangan kerja juga harus dibangun, seperti ekonomi kreatif untuk mendukung UMKM. “Jika terpilih, maka akan siapkan Dinas Ekonomi Kreatif, sejalan dengan pemerintah pusat,” katanya, seraya menyebutkan sekarang masih berbentuk badan.
Pasangan calon no urut 4, Irwan Djohan-Khairul Amal juga menyatakan investasi untuk mengatasi pengangguran. Tetapi, katanya, kemudahan perizinan, kepastian hukum dan keamanan bagi investor harus diberikan, walau Banda Aceh memiliki lahan terbatas.
Di sisi lain, dia menyinggung warga miskin kota masih banyak sekali, bahkan sebagian tidak terdaftar di kependudukan. Dia menegaskan, siapapun yang terpilih harus memperhatikan masyarakat dengan perekonomian rendah, seperti memberi permodalan, tunjangan sosial dan lainnya.
Calon Walikota Banda Aceh no urut 1, Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Afdhal Khalilullah mengatakan investor harus diberikan insentif viskal, jika di atas Rp 50 miliar. Ditambahkan, mempermudah izin investasi dan mempromosikan investasi berkelanjutkan akan memudahkan investor datang ke Banda Aceh, termasuk perizinan secara elektronik.
Calon Walikota no urut 2, Zainal Arifin didampingi Mulia Rahman menegaskan investasi menjadi hal penting untuk Banda Aceh. “Insya Allah, semaksimal mungkin, investor akan datang ke Banda Aceh dengan memberi kemudahan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami akan mengobati penyakit masuknya investasi ke daerah dengan menghapus investasi bodong, saham bodong, saham nihil dan kami tidak ada minta fee dari investor yang masuk ke Banda Aceh,” tegasnya.
Cek Zainal menambahkan investor dapat menjadi solusi pengangguran melalui industriliasi hasil perikanan masyarakat dengan membangun pabrik tepung ikan, pengalengan ikan. Sehingga, katanya, akan dapat dipasarkan ke mancanegara dan anak muda bisa memasarkan secara maksimal.(Muh)
