Daerah

Emak-emak Gampong Beungcala Serbu Pasar Murah

1281
×

Emak-emak Gampong Beungcala Serbu Pasar Murah

Sebarkan artikel ini
Masyarkat Gampong Beungcala antri berbelanja di pasar murah yang diselenggarakan Pemkab Aceh Besar melalui Diskopukmdag Aceh Besar bekerja sama dengan Disperindag Aceh dan Bulog Aceh, di Halaman Masjid Beungcala, Kecamatan Kuta Baro, Kamis (15/6/2023). FOTO/ ABDUL MUIZ

posaceh.com, Kota Jantho – Ratusan Emak-emak dari Gampong Buengcala dan sekitarnya menyerbu gelaran pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (Diskopukmdag) Aceh Besar bekerja sama dengan Disperindag Aceh dan Bulog Aceh dalam rangka tanggap inflasi Aceh dan menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H, di Halaman Masjid Beungcala, Kecamatan Kuta Baro, Kamis (15/6/2023).

Gelaran pasar murah yang dimulai sejak pukul 9 pagi itu menyedot animo masyarakat sekitar, pasar murah menyediakan beberapa bahan pokok yaitu, beras premium 10 Kg dijual Rp 80 ribu, gula pasir 2 kg Rp 20 ribu, minyak goreng 2 liter Rp 30 ribu, tepung terigu 1 kg Rp 10 ribu dan telur ayam 1 papan senilai Rp 44 ribu. Dengan harga paket lengkap Rp. 184.000 /paket.

Ibu-ibu beristirahat usai antri dan belanja di pasar murah yang diselenggarakan oleh Pemkab Aceh Besar melalui Diskopukmdag Aceh Besar bekerja sama dengan Disperindag Aceh dan Bulog Aceh, di Halaman Masjid Beungcala, Kecamatan Kuta Baro, Kamis (15/6/2023). FOTO/ ABDUL MUIZ

Plt kepala Diskopukmdag Aceh Besar melalui Kepala Seksi Analis Perdagangan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Aceh Besar, Abdul Hadi, SE, mengatakan, ada beberapa pertimbangan mengenai tempat digelarnya pasar murah di Masjid Buengcala ini. Pasalnya, Pemkab Aceh Besar sebelumnya telah melaksanakan pasar murah di Kecamatan Kuta Baro di Halaman Kantor Camat. Agar ada pemerataan maka, Pemkab menentukan halaman Masjid Buengcala sebagai lokasi pasar murah kali ini.

“Pertimbangannya adalah pemerataan, karena kita sudah pernah melaksanakan pasar murah di Kantor Camat, terbukti, begitu dibuka, masyarakat langsung menyerbu lokasi untuk berbelanja,” katanya.

Ia mengatakan, sama halnya dengan pasar murah yang beberapa waktu lalu dilaksanakan di Kecamatan Mesjid Raya dan Baitussalam, kupon yang disediakan sebanyak 350 lembar, namun pihak Bulog Aceh menambah kuota sebagai stok masyarakat yang ingin belanja, sehingga jika dihitung mencapai 500 lembar.
“Kupon yang kita sediakan itu 350 lembar untuk 350 paket, namun melihat beberapa kali gelaran pasar murah, antusias masyarakat tinggi, maka kita sediakan lebih,” ujarnya.

Petugas pasar murah memilih telur yang layak untuk diperdagangkan di pasar murah yang diselenggarakan di Halaman Masjid Beungcala, Kecamatan Kuta Baro, Kamis (15/6/2023). FOTO/ ABDUL MUIZ

Menurut Hadi, tingginya animo masyarakat berbelanja, menjadi indikator, jika daya beli masyarakat masih tinggi, hal tersebut baik untuk mencegah terjadinya inflasi yang lebih parah di Aceh Besar.

“Selama ini daya beli masyarakat masih bagus, mudah-mudahan terus terjaga dan inflasi dapat ditekan hingga semua kembali normal,” terangnya.
Bagi masyarakat, salah satunya adalah Halimah (46), gelaran pasar murah merupakan satu hal yang patut disyukuri, karena itu bukti jika pemerintah memberikan perhatian kepada masyarakat untuk kebutuhan pokok. Pasca kenaikan BBM yang lalu, harga kebutuhan pokok jadi naik.

“Alhamdulillah ada pasar murah ini, tentu saja ini membantu kami masyarakat, karena memang harga kebutuhan pokok banyak sudah naik, dengan adanya pasar murah ini, menjadi bukti pemerintah peduli kepada kami masyarakat,” pungkasnya.(AMZ)