Olahraga

Eks Manajer Persiraja Dukung Gebrakan Calon Ketua Umum PSSI Aceh Keuchik Muslim

24
Mantan manajer Persiraja Banda Aceh, Boy Nurmiadi. FOTO/ DOK PRIBADI

*Soroti Beban Klub

posaceh.com, Banda Aceh — Wacana perubahan yang dibawa bakal calon Ketua Umum PSSI Aceh, Muslim MS atau Keuchik Muslim, mendapat dukungan dari kalangan sepak bola Aceh. Mantan manajer Persiraja Banda Aceh, Boy Nurmiadi, menilai agenda tersebut dapat menjadi momentum untuk membenahi persoalan mendasar yang selama ini membebani klub.

Boy secara khusus menyoroti persoalan biaya kompetisi. Menurutnya, klub seharusnya tidak terus dibebani berbagai biaya yang justru menguras anggaran dan mengurangi kemampuan klub melakukan pembinaan pemain.

“Statmen Keuchik Muslim membawa secercah harapan bagi klub untuk bisa lebih fokus pada pembinaan pemain,” kata Boy, di Banda Aceh, Sabtu (5/9/2026).

Ia menilai perubahan tata kelola kompetisi harus dimulai dengan mengurangi beban klub. Anggaran yang selama ini terserap untuk biaya mengikuti kompetisi, kata dia, semestinya dapat dialihkan untuk membangun tim, membina pemain muda, hingga meningkatkan kualitas klub.

“Ada hal sangat penting, bila Keuchik Muslim melakukan perubahan, khususnya menghilangkan biaya-biaya yang membebani klub selama ini,” ujar mantan pemain Aceh Putra Galatama.

Bagi Boy, persoalan pembiayaan tidak bisa dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas sepak bola Aceh. Klub yang terus terbebani biaya akan kesulitan membangun sistem pembinaan yang berkelanjutan.

Karena itu, ia menyambut positif gagasan kompetisi yang lebih terjangkau bahkan tanpa biaya pendaftaran bagi klub. Menurutnya, kebijakan tersebut akan membuka ruang lebih besar bagi klub untuk berkembang.

“Kami sangat mendukung bila Keuchik Muslim berkeinginan meningkatkan kompetisi tanpa berbayar. Mudah-mudahan terealisasi ke depannya,” kata eks Bendahara Umum Persiraja itu.

Selain biaya kompetisi, Boy meminta kepengurusan PSSI Aceh ke depan memberi perhatian terhadap perangkat pertandingan. Profesionalisme wasit dan perangkat pertandingan dinilai menjadi salah satu kunci untuk memastikan kompetisi berjalan adil dan berkualitas.

Ia juga mendorong agar jumlah pertandingan ditambah. Salah satu opsi yang dapat diterapkan adalah pembagian wilayah kompetisi untuk menekan biaya perjalanan klub. Di sisi lain, format tersebut dapat memberikan pemain lebih banyak menit bermain.

Menurut Boy, semakin banyak pertandingan yang dimainkan secara teratur akan semakin besar pula kesempatan klub menguji dan mengembangkan pemain.

“Kompetisi yang teratur dan lebih banyak pertandingan tentu sangat penting untuk pembinaan. Pemain membutuhkan jam terbang, bukan hanya latihan,” ujarnya.

Dukungan Boy terhadap Muslim disampaikan menjelang Kongres PSSI Aceh yang dijadwalkan berlangsung pada 3 Oktober 2026.

Muslim telah resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua Umum PSSI Aceh di Kantor PSSI Aceh, Lhoong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh, Jumat (4/9/2026) sore.

Dalam visi yang ditawarkannya, Muslim membawa sejumlah agenda perubahan, termasuk membebaskan biaya pendaftaran bagi klub Liga 4 dan peserta Piala Soeratin.

Ia juga menjanjikan uang pembinaan bagi klub yang menjadi juara Liga 4 dan Piala Soeratin pada seluruh kelompok umur.

Gagasan tersebut kini menjadi salah satu isu yang mengemuka menjelang Kongres PSSI Aceh. Bagi klub, persoalan biaya dan minimnya pertandingan merupakan masalah yang berkaitan langsung dengan kemampuan mereka membangun pembinaan pemain.

Boy berharap gagasan perubahan tersebut tidak berhenti sebagai janji pencalonan, tetapi benar-benar diwujudkan jika Muslim mendapat mandat memimpin PSSI Aceh.

“Yang paling penting bukan hanya gagasannya, tetapi bagaimana itu bisa diwujudkan untuk kepentingan klub dan pembinaan sepak bola Aceh,” pungkasnya.(Why/*)

Exit mobile version