Olahraga

Dr Mansur : Aceh Optimis Tambah Sejumlah Emas di Sentani

1861
×

Dr Mansur : Aceh Optimis Tambah Sejumlah Emas di Sentani

Sebarkan artikel ini
Dr. Mansur, Koordinator Kontingen Aceh PON XX Papua, Klaster Sentani, Kabupaten Jayapura.

Laporan : Sudirman Mansyur, Sentani, Kabupaten Jayapura

posaceh.com Koordinator Kontingen Aceh di Klaster Sentani, Kabupaten Jayapura pada PON XX/2021 Papua, Dr Mansur optimis Aceh masih akan meraih sejumlah medali emas lagi.

“Kita optimis di Klaster Sentani ini akan meraih medali emas, sehingga meningkatkan pembendaharaan medali emas Aceh di persaingan PON XX di Bumi Cendrawasih,” ujarnya kepada posaceh.com, Rabu (6/10/2021).

Mansur menyebutkan, sebelumnya di Klaster Sentani ini, Aceh telah meraih satu medali emas dan dua perak dari cabang muaythai.

“Mudahan-mudahan hari ini di Klaster Sentani kita bisa meraih medali emas lagi dari cabang panahan nomor mix team compound melalui Muhammad Mondir/Munawarah yang bertanding di final melawan Jawa Tengah lapangan panahan Kampung Harapan petang nanti,” ujarnya.

Kecuali itu sebutnya, peluang emas masih ada dua cabang olahraga beladiri yang akan memulai pertandingan hari ini dari pencak silat dan selanjutnya kempo besok.

“Semoga atlet dari dua olahraga cabang beladiri ini bisa bertarung maksimal, semangat dan percaya diri untuk mempersembahkan medali emas bagi Aceh menyusul sukses atlet Muaythai,” ujarnya.

Katanya, peluang medali juga terbuka lebar dari cabang menembak yang menurun empat atlet, yang masih terus bersaing meraih prestasi terbaik.

Tidak kalah serunya, sebut doktor di bidang olahraga ini, tim sepakbola Aceh maju ke putaran enam besar, yang hari ini berlaga dengan tuan rumah Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, petang nanti.

Tim Aceh maju ke enam besar, setelah juara grup C pada penyisihan yang berlangsung di Stadion Barnabas Youwe, Sentani, 28 – 4 Oktober.

Di enam besar, Aceh satu grup dengan Papua dan Sumatera Utara. Juara dan runner-up maju ke semi final. “Kita berharap para pemain makin meningkat performanya, sehingga bisa maju ke semi final,” katanya.

Harapan Aceh meraih medali emas masih terbuka di cabang beregu besar lainnya yaitu rugbi (mirip sepakbola) yang menurunkan tim putra dan putri, dan akan memulai pertandingan 12 – 14 Oktober di Sentani.

Senam ritmik di Istora Lukas Enambe, Aceh menurunkan seorang atlet putri yang akan berlomba 9 – 14 Oktober. Renang Kolam di Stadion Aquatik, Kampung Harapan, 9 – 14 Oktober.

Cabang renang kolam ini, Aceh menurunkan dua atlet. “Semoga di renang bisa mempersembahkan medali,” katanya.

Pada PON XX ini Aceh menurunkan 127 atlet dari 26 cabang yang yaitu anggar (8 atlet), angkat besi, (2) binaraga (1), atletik (2), biliar (1), kempo (2), menembak (4), muaythai (8), panahan (8), panjat tebing (3), pencak silat (3), renang (2), sepak bola (20), taekwondo (2), tarung derajat (12) dan wushu (2 atlet), bermotor (4 atlet), dayung (8), layar (1), rugby (24), selam (1), senam (1), sepak takraw (2), sepatu roda (2), terjun payung (1) dan judo (3 atlet).

Cabang-cabang olahraga bertanding di empat klaster yaitu Kota Jayapura, Sentani (Kabupaten Jayapura), Mimika dan Merauke.

Hingga hari ke-lima PON Papua yang dibuka Presiden Joko Widodo, 2 Oktober, Aceh telah mengoleksi 3 medali emas, 3 perak dan 3 medali perunggu, berada di urutan ke- 11 dari 34 provinsi, klasemen sementara perolehan medali.

“Kita terus berjuang untuk mempersembahkan terus medali emas bagi Aceh di Klaster Sentani. Kondisi atlet, Alhamdulillah sehat dan dalam kondisi prima, serta siap bertanding,” ujarnya.