ParlementariaPemkab Aceh Besar

DPRK Aceh Besar Tinjau Pengelolaan Lingkungan RSU Putri Bidadari, Pastikan Sesuai Ketentuan

21
Ketua Komisi IV DPRK Aceh Besar Beserta Anggota melakukan inspeksi, pembinaan, dan pengawasan terhadap kepatuhan pengelolaan lingkungan di Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Rabu (29/7/2026). FOTO/M. HERIZAL

posaceh.com, Kota Jantho – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar melalui Panitia Khusus (Pansus) Komisi IV melakukan inspeksi, pembinaan, dan pengawasan terhadap kepatuhan pengelolaan lingkungan di Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Rabu (29/7/2026).
Pengawasan tersebut dilakukan bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar untuk memastikan pengembangan layanan kesehatan berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRK Aceh Besar Khairuddin, SE, bersama Ketua Komisi I DPRK Aceh Besar Dahlan, anggota DPRK Aceh Besar, Kepala DLH Aceh Besar Muwardi, SH, serta Tim Pengawas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar.

Anggota DPRK Aceh Besar bersama Tim Pengawas Lingkungan Hidup Aceh Besar meninjau IPAL dan limbah B3 di lingkungan Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Rabu (29/7/2026). FOTO/M. HERIZAL

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Besar Khairuddin SE mengatakan, kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Pansus Komisi IV dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pelayanan publik, khususnya sektor kesehatan. Selain meninjau kualitas pelayanan, DPRK juga memastikan setiap rencana pengembangan RSU Putri Bidadari Aceh tetap memenuhi ketentuan perlindungan lingkungan, termasuk pengelolaan limbahh dan sarana pendukung lainnya.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda Pansus Komisi IV DPRK Aceh Besar. Kami ingin melihat langsung bagaimana pelayanan di Rumah Sakit Putri Bidadari Aceh sekaligus memastikan setiap rencana pengembangan rumah sakit tetap memperhatikan aspek lingkungan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” kata Khairuddin.

Menurutnya, DPRK Aceh Besar akan terus mendorong sinergi antara pemerintah daerah, DLH, dan pihak rumah sakit agar pengembangan fasilitas kesehatan dapat berjalan optimal tanpa mengesampingkan aspek lingkungan.

“Apabila masih ada hal-hal yang perlu dibenahi, baik terkait pengelolaan limbah maupun sarana pendukung lainnya, tentu akan menjadi perhatian kami. Kami juga berharap rencana pengembangan layanan di Rumah Sakit Putri Bidadari Aceh, termasuk penguatan layanan penanganan kanker, dapat segera terealisasi sehingga masyarakat Aceh Besar memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang semakin lengkap, berkualitas, dan mudah dijangkau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar Muwardi, SH menjelaskan bahwa pengawasan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Kementerian Lingkungan Hidup agar pemerintah daerah aktif melakukan pembinaan, pengawasan, dan inspeksi terhadap seluruh pelaku usaha, termasuk fasilitas pelayanan kesehatan.

Ketua Komisi IV DPRK Aceh Besar Beserta Anggota foto bersama usai melakukan inspeksi, pembinaan, dan pengawasan terhadap kepatuhan pengelolaan lingkungan di Rumah Sakit Umum (RSU) Putri Bidadari Aceh, Kecamatan Darul Imarah, Rabu (29/7/2026). FOTO/M. HERIZAL

Menurutnya, pengawasan dilakukan tidak hanya untuk mengevaluasi kepatuhan terhadap dokumen dan perizinan lingkungan, tetapi juga memastikan pengelolaan limbah dan seluruh kewajiban lingkungan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Pengawasan ini kami lakukan sebagai bentuk pembinaan sekaligus evaluasi terhadap kepatuhan lingkungan di RSU Putri Bidadari Aceh. Harapannya, seluruh aspek pengelolaan lingkungan, mulai dari administrasi hingga pengelolaan limbah, dapat berjalan sesuai dengan peraturan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan sekitar,” kata Muwardi.

Kemudian, Roni Antono Direktur Operasional PT Ade Putri Medikal Nusantara RSU Putri Bidadari Aceh, menyambut baik pembinaan dan pengawasan yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Aceh Besar. Menurutnya, pengawasan dari pihak eksternal menjadi bagian penting dalam evaluasi dan upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit.

“Kami menyambut baik pembinaan dan pengawasan ini. Kami tidak bisa menilai sendiri apakah sudah baik atau belum, sehingga masukan dari pihak lain sangat kami butuhkan sebagai bahan evaluasi. Semua saran yang diberikan akan kami tindak lanjuti. Kami memandang ini sebagai bentuk kolaborasi yang baik antara pemerintah dan pihak swasta untuk terus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Zal)

Exit mobile version