Pemko Banda Aceh

DP3AP2KB Kota Banda Aceh Targetkan Penghargaan KLA Tingkat Nindya

1798
Foto: Cut Azharida, SH, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh

posaceh.com, Banda Aceh – Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Banda Aceh menargetkan meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya.

Sebelumnya pada tahun 2021 Kota Banda Aceh meraih penghargaan dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemenpppa) RI kategori madya. Upaya mencapai target, saat ini DP3AP2KB Kota Banda Aceh telah melakukan persiapan untuk memenuhi syarat dari kategori madya menuju kategori nindya.

“Semua persyaratan kota layak anak sudah dipenuhi, mulai dari klaster pertama hingga kelima, seperti pemasangan area bebas rokok di beberapa instansi yang belum ada, hingga fasilitas anak di kantor-kantor layanan publik Pemko Banda Aceh,” kata Cut Azharida, SH, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh, kepada posaceh.com, di Banda Aceh, Selasa (22/2/2022).

Menurutnya, adanya qanun (peraturan daerah) Qanun Nomor 2 Tahun 2001 tentang Kota Layak Anak menjadi persyaratan yang harus dipenuhi.
“Alhamdulillah kita sudah memiliki qanun tersebut, dan kami akan terus berusaha untuk memenuhi kekurangan poin sebelumnya, karena tahun lalu kita hanya kurang tujuh poin saja untuk meraih kategori nindya,” terang Cut Azharida.

Ia menyebutkan ada empat predikat dalam menentukan KLA, untuk kategori pratama sebanyak 500-600 poin, untuk kategori madya 600-700 poin, sementara kategori nidya sebanyak 700-800 point sedangkan untuk utama sebanyak 800-900 point.
“Kalau 900 sampai 1000 itu udah masuk kategori Kota Layak Anak kategori utama,” timpalnya.

Sedangkan untuk penilaian KLA terdiri dari 24 indikator yang termasuk dalam 5 klaster dan 1 kelembagaan, 5 klaster tersebut terdiri dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya dan klaster perlindungan khusus.
Saat ini Banda Aceh masih berada pada kategori madya. Untuk itu, berbagai terobosan pun ikut dilakukan untuk meningkatkan predikat itu seperti pembentukan forum anak, membangun fasilitas dan infrastruktur yang ramah anak.
“KLA merupakan kota yang sistem pembangunannya menjamin terhadap pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang dilakukan secara terencana menyeluruh dan berkelanjutan,” terangnya.

Begitupun kata Cut Azharida, proses penilaian melibatkan juga organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti dinas DLHK3, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Perpustakaan dan Arsip serta Dinas Pemuda dan Olahraga. “Alhamdulillah semua OPD terkait sangat mendukung saat proses penilaian, data yang ingin kita peroleh cepat mereka berikan,” tuturnya.

Kegiatan itu juga didukung penuh oleh anggota DPRK Kota Banda Aceh. Adapun hasil dari penilaian tersebut akan diumumkan pada tanggal 23 Juli mendatang. Harapannya Banda Aceh bisa meraih kategori nindya. “Mudah-mudahan tahun ini Banda Aceh mampu meraih predikat sebagai Kota Layak Anak meningkat, kalau bisa bisa jadi langsung predikat utama,” demikian harap Cut Azharida, SH, Kepala DP3AP2KB Kota Banda Aceh dengan penuh optimis..(Muiz)

Exit mobile version