*Aidi Kamal Apresiasi Ketua Umum
posaceh.com, Banda Aceh – Dewan Masjid Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia memprakarsai kunjungan studi banding DMDI Aceh ke Yayasan Al Kautsar Eduqids Malaysia sebagai upaya memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional, Minggu (2/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung pada 26–28 Juli 2026 tersebut digagas langsung oleh Ketua Umum DMDI Indonesia, H. Said Aldi Al Idrus. Rombongan DMDI Aceh mempelajari sistem pendidikan yang diterapkan Yayasan Al Kautsar Eduqids sebagai referensi untuk pengembangan pendidikan usia dini di Aceh.
Selama kunjungan, kedua lembaga melakukan diskusi dan berbagi pengalaman mengenai pengelolaan lembaga pendidikan, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, pengembangan kurikulum, hingga penerapan metode pembelajaran yang inovatif.

FOTO/ DOK DMDI ACEH
Ketua DMDI Aceh, Drs Aidi Kamal MM, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum DMDI Indonesia atas prakarsa yang telah membuka ruang kerja sama pendidikan antara Aceh dan Malaysia.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum DMDI Indonesia, H. Said Aldi Al Idrus, yang telah memprakarsai kegiatan ini sehingga rombongan DMDI Aceh dapat belajar langsung dari Yayasan Al Kautsar Eduqids Malaysia. Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kualitas pendidikan anak usia dini di Aceh,” ujar Aidi Kamal.
Ia juga mengapresiasi Ketua Yayasan Al Kautsar Eduqids Malaysia, Dato’ Dr. Cpt. Bakhtiar Aliff Ibrahim beserta seluruh jajaran yang telah menerima dan memfasilitasi kunjungan tersebut. Dalam rombongan turut hadir Ketua Yayasan DMDI Aceh, Dr. Mulia Rahman, MA, serta Sekretaris Yayasan DMDI Aceh, Zulfadli, SE.
Menurut Aidi Kamal, berbagai pengalaman dan praktik baik yang diperoleh selama studi banding akan menjadi acuan dalam pengembangan Yayasan Rumah Anak Yatim Melaka Tsunami Aceh (RAYMTA) di Aceh Besar.
“Berbagai sistem pembelajaran, tata kelola lembaga, serta pengalaman yang kami peroleh akan menjadi referensi untuk mengembangkan Yayasan RAYMTA agar semakin maju sebagai pusat pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan generasi muda di Aceh,” katanya.

FOTO/ DOK DMDI ACEH
RAYMTA sendiri merupakan yayasan yang dibangun oleh Pemerintah Kerajaan Negeri Melaka bersama DMDI sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Aceh pasca tsunami.
Selain mengunjungi lembaga pendidikan, rombongan DMDI Aceh juga berkesempatan meninjau kebun tin modern milik Dato’ Dr. Cpt. Bakhtiar Aliff Ibrahim di Shah Alam. Kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mempelajari penerapan teknologi modern di sektor agrobisnis sebagai inspirasi bagi pengembangan kewirausahaan dan pemberdayaan generasi muda di Aceh.
Melalui studi banding tersebut, DMDI berharap hubungan kerja sama antara Aceh dan Malaysia semakin erat, tidak hanya dalam bidang pendidikan anak usia dini, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenaga pendidik, penguatan kelembagaan, serta pengembangan berbagai inovasi yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.(Why/*)











