Daerah

Dirut Bank Aceh Teladani Wakaf Habib Bugak

21
Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama jamaah haji Kloter 2 Aceh berziarah ke makam Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak di Gampong Pante Peusangan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026). FOTO/ HUMAS BANK ACEH

posaceh.com, Bireuen – Kepulangan dari Tanah Suci menjadi awal untuk kembali menapaki jejak sejarah dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para ulama Aceh. Semangat itulah yang tercermin saat Direktur Utama PT Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama jamaah haji Kloter 2 Aceh berziarah ke makam Habib Abdurrahman bin Alwi Al-Habsyi atau Habib Bugak di Gampong Pante Peusangan, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Sabtu (25/7/2026).

Ziarah tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada sosok ulama dan saudagar yang mewakafkan hartanya di Kota Makkah untuk membangun Baitul Asyi atau Rumoh Aceh, tempat singgah jamaah haji asal Aceh. Lebih dari dua abad berlalu, wakaf produktif itu tetap memberi manfaat nyata. Pada musim haji 2026, setiap jamaah Aceh menerima manfaat wakaf sebesar 2.000 riyal.

Rombongan disambut Said Maimun, keturunan ketujuh Habib Bugak, yang mengapresiasi konsistensi masyarakat Aceh dalam menjaga tradisi ziarah sebagai penghormatan terhadap pewaris amal jariyah yang manfaatnya terus dirasakan hingga kini. Prosesi berlangsung khidmat dipimpin Tgk. H. Djasnawi Ibrahim, diawali pembacaan selawat oleh H. Muji Mulia, S.E., dan ditutup doa bersama yang dipimpin Waled Tgk. H. Syamsuar, S.P.

Fadhil Ilyas mengatakan, ziarah ini menjadi pengingat bahwa nilai sebuah wakaf tidak diukur dari besarnya harta yang ditinggalkan, melainkan dari manfaat yang terus mengalir kepada masyarakat sepanjang zaman.

“Bagi Bank Aceh Syariah, kisah Habib Bugak merupakan inspirasi nyata mengenai pentingnya membangun ekonomi umat melalui instrumen syariah yang berorientasi pada keberlanjutan, kebermanfaatan, dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Fadhil.

Menurutnya, nilai-nilai yang diwariskan Habib Bugak sejalan dengan komitmen Bank Aceh Syariah dalam memperkuat ekosistem keuangan syariah yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkokoh kepedulian sosial dan spiritual masyarakat.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan sejarah tersebut, Fadhil turut menyerahkan bantuan kepada pengelola makam Habib Bugak guna mendukung perawatan kawasan makam. Baginya, menjaga situs bersejarah ini berarti merawat jejak peradaban Islam Aceh sekaligus memastikan semangat wakaf produktif terus menginspirasi generasi mendatang sebagai bagian dari identitas Aceh, Serambi Mekkah.(Mar)

Exit mobile version