posaceh.com, Banda Aceh – Jembatan Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh yang ambruk pascabencana banjir akhir November 2025 telah selesai dibangun permanen dan fungsional mulai hari ini, lokasi tersebut adalah titik pertama yang dikunjungi Presiden Prabowo saat awal bencana lalu.
“Mudah-mudahan tidak ada kendala dan setelah proses pembukaan fungsional, secepatnya bisa dilakukan tahapan lainnya,” kata Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR, Safrizal ZA, di Banda Aceh, Jumat (2/10/2026)
Jembatan rangka baja yang dibangun terpisah dari jembatan pertama itu dikerjakan oleh PT Pembangunan (Persero) Tbk dan Mitra lokalnya PT Krueng Meuh dinyatakan fungsional hari ini dan sudah dibuka untuk dilintasi masyarakat.
Safrizal menyambut baik tahapan pembangunan yang telah mencapai proses pembukaan fungsional, dan memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian PU serta pihak lainnya atas capaian tersebut.
“Apresiasi kita kepada Kementerian PU, BPJN Aceh, BUMN pelaksana, kontraktor lokal, Pemkab Bireuen, warga setempat, dan seluruh pihak yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung,” ujar Safrizal ZA.
Sebagai informasi, jembatan Teupin Mane, Kecamatan Juli Kabupaten Bireuen ini merupakan jalan nasional penghubung jalur lintas tengah menuju Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah hingga ke Aceh Tenggara.
Pasca ambruk akibat banjir bandang, pemerintah langsung membangun kembali menggunakan struktur rangka baja sepanjang 160 meter, dan lebar 12 meter, dilengkapi pondasi bored pile serta pengaman oprit soldier pile.
Sementara itu, Project Manager PT PP untuk jembatan Teupin Mane, Reza Azlan, dalam pelaksanaan pembukaan jalur, yang diperkenankan melintas hanya kendaraan roda dua dan roda empat.
Sedangkan untuk truk dengan beban berat belum diperkenankan melintas sampai selesai uji coba.
“Pembukaan operasional juga bagian dari target konstruksi yang sejak awal ditargetkan beroperasi secara fungsional penuh pada Oktober 2026, dan rampung seutuhnya pada Desember 2026,” kata Reza.
Untuk diketahui, proyek jembatan rangka baja ini berada di ruas nasional Bireuen-Takengon, tepatnya di kilometer 11, dan bagian dari program rehabilitasi – rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi Aceh.
Proyek tersebut berada di bawah Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Mulai dikerjakan sejak akhir Januari 2026 dan fungsional hari ini, 2 Oktober 2026.
Proyek tersebut berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh.
Proyek jembatan permanen tersebut mulai dikerjakan pada akhir Januari 2026. Lokasinya tepat di sisi kiri (dari arah Bireuen) jembatan lama yang kini telah disambung dengan bailey.(Muh/*)
