DaerahPemkab Aceh Besar

Dinkes Aceh Besar Gelar Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

344
×

Dinkes Aceh Besar Gelar Rakor Pencegahan dan Pengendalian Penyakit

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Dinas Kesehatan Aceh Besar, Neli Ulfiati pada Rapat Koordinasi dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Aceh Besar yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, berlangsung di Orion Hall, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (28/11/2025). FOTO/ MAMAD

posaceh.com, Kota Jantho – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Besar menggelar Rapat Koordinasi dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung di Orion Hall, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (28/11/2025).

Rakor yang dihadiri Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S Ag, sejumlah kepala OPD, unsur Rumah Sakit, para kepala Puskesmas, para Camat dan jajaran Dinkes Aceh Besar yang dibuka Plt Kadinkes Aceh Besar yang diwakili Sekdinkes Aceh Besar, Neli Ulfiati SKM, MPH, menegaskan, pentingnya pertemuan ini sebagai forum strategis untuk memperkuat koordinasi dalam upaya menekan angka penyakit menular maupun tidak menular yang masih menjadi tantangan besar di masyarakat.

“Hingga saat ini sejumlah penyakit menular seperti TBC, HIV/AIDS, kusta, diare, pneumonia, DBD, dan malaria masih menunjukkan angka kasus yang fluktuatif dan memerlukan penanganan serius dan terkoordinasi,” katanya.

Pada tahun 2024 tercatat: 408 kasus TBC, dan sampai Oktober 2025 terdapat 181 kasus baru, 354 kasus DBD pada tahun 2024, dan meningkat menjadi 422 kasus hingga Oktober 2025, 40 kasus baru HIV/AIDS pada 2024, meningkat dari 4 kasus pada 2023, Akumulasi kasus HIV/AIDS hingga November 2025 mencapai 103 kasus dan Kasus malaria pada 2023 tercatat 48 kasus, 2024 sebanyak 43 kasus, dan hingga November 2025 menjadi 45 kasus,” katanya.

Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S Ag, foto bersama saat menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tingkat Kabupaten Aceh Besar yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan, berlangsung di Orion Hall, Darul Imarah, Jumat (28/11/2025). FOTO/ MAMAD

“Selain penyakit menular, penyakit tidak menular (PTM) seperti jantung, stroke, dan gangguan metabolik juga menunjukkan tren peningkatan dan menjadi penyebab dominan mortalitas masyarakat. Kondisi ini menuntut peningkatan kewaspadaan, pola hidup sehat, serta penguatan layanan kesehatan preventif,” pintanya.

Selain itu, Neli juga menyoroti masih rendahnya cakupan imunisasi dan deteksi dini kesehatan di desa-desa, termasuk capaian imunisasi dasar lengkap yang bahkan berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini perlu menjadi perhatian serius mengingat Aceh sempat menghadapi kejadian luar biasa polio beberapa waktu lalu.

“Rapat koordinasi ini bukan sekadar agenda rutin atau penyelesaian anggaran akhir tahun, tetapi untuk merumuskan strategi yang lebih matang, inovatif, dan berbasis data agar target kesehatan masyarakat dapat tercapai,” tegasnya

Terakhir, ia mengingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem, potensi bencana, dan dinamika lingkungan turut memengaruhi tingginya risiko penyakit, sehingga kesiapsiagaan lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah meluasnya dampak kesehatan pada situasi darurat.

“Dinas Kesehatan Aceh Besar mengapresiasi seluruh peserta yang hadir, khususnya Camat, para kepala puskesmas dan tenaga kesehatan yang menjadi garda terdepan pelayanan di masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dan peran aktif masyarakat diharapkan mampu memperkuat ketahanan kesehatan daerah,” pungkasnya.

Sementara Wakil Ketua TP-PKK Aceh Besar, Hj. Nurul Fazli, S Ag, hadir menegaskan, TP-PKK Aceh Besar berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong perilaku hidup bersih dan sehat. Edukasi kepada keluarga merupakan kunci utama dalam memutus rantai penyebaran penyakit.
“Peran dari keluarga sangat penting dalam upaya pencegahan penyakit dan TP-PKK akan terus mendukung program-program kesehatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat,” katanya.(Zul)