DaerahPemkab Aceh Besar

Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar 2025 Berakhir, Ditutup Ketua DKAB

326
×

Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar 2025 Berakhir, Ditutup Ketua DKAB

Sebarkan artikel ini
Ketua DKA Aceh Besar, H Mariadi, ST., MM menyerahkan sertifikat kepada para peserta Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar 2025, di Aula Gedung TP PKK Aceh Besar, Kota Jantho, Sabtu (6/12/2025) malam.FOTO/ HERMAN

posaceh.com, Kota Jantho — Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar Tahun 2025 resmi berakhir dan ditutup Ketua Dewan Kesenian Aceh (DKA) Kabupaten Aceh Besar, H Mariadi, ST., MM mewakili Kadisdikbud Aceh Besar, di Aula Gedung TP PKK Aceh Besar, Kota Jantho, Sabtu (6/12/2025) malam.

Kegiatan yang berlangsung dua hari ini digelar Disdikbud bersama DKA Kabupaten Aceh Besar mengangkat tema Memperkuat Seniman dan Revitalisasi Seni Tradisi Aceh Besar Menuju Generasi Emas 2045 menjadi ruang strategis bagi seniman, sanggar, dan penggiat seni untuk memperkuat komitmen bersama dalam pelestarian seni budaya daerah.

Ketua DKA Aceh Besar, H. Mariadi, ST., MM menutup Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar 2025, di Aula Gedung TP PKK Aceh Besar, Kota Jantho, Sabtu (6/12/2025) malam.
FOTO/ HERMAN

Sebelum prosesi penutupan, Seniman Tradisi Aceh, Syeh Medya Hus menyampaikan selayang pandang mengenai proses dan dinamika berkesenian di Aceh Besar. Ia menekankan bahwa DKA hadir sebagai wadah silaturrahmi bagi para seniman, sekaligus ruang pengembangan kreativitas yang berupaya menjaga identitas kesenian Aceh. Menurutnya, DKA terus berusaha memperkuat peran seniman, merevitalisasi seni tradisi, serta menjalin sinergi dengan pemerintah agar keberlanjutan seni budaya di Aceh Besar tetap terjaga.

Sementara itu, Ketua DKA Aceh Besar, H Mariadi, ST., MM, saat menutup dialog seniman dan pentasan seni 2025 mengajak seluruh pengurus DKA kecamatan, seniman dan pengelola sanggar agar terus bergerak aktif melestarikan seni di wilayah masing-masing, termasuk hingga ke tingkat gampong. Ia menegaskan bahwa peran DKA sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam pemajuan seni budaya Aceh, mulai dari mempromosikan, melindungi, hingga mengembangkan seni budaya lokal. Selain itu, DKA juga berperan memfasilitasi para seniman, menyelenggarakan kegiatan kesenian, memberikan apresiasi, serta memberikan pertimbangan kepada pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan kebudayaan.

Syeh Medya Hus menyampaikan selayang pandang proses berkesenian di Aceh Besar dalam kegiatan Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar 2025, di Aula Gedung TP PKK Aceh Besar, Kota Jantho, Sabtu (6/12/2025) malam.
FOTO/ HERMAN

Diakui Mariadi, DKA Aceh Besar masih menghadapi berbagai keterbatasan, namun pihaknya terus melakukan pembenahan agar roda kesenian di Aceh Besar tetap hidup dan berkembang. “Meski masih banyak kekurangan, kita terus berupaya memperkuat organisasi dan memastikan keberlanjutan seni tradisi di Aceh Besar,” ujarnya.

Ketua DKA Aceh Besar, H. Mariadi, ST., MM foto bersama peserta Dialog Seniman dan Pentasan Seni Tradisi Aceh Besar 2025, di Aula Gedung TP PKK Aceh Besar, Kota Jantho, Sabtu (6/12/2025) malam.
FOTO/ HERMAN

Pada momen penutupan, para peserta kegiatan menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka. Selain itu, kepada para Ketua DKA Kecamatan sebelumnya juga diserahkan Surat Keputusan (SK) secara simbolis sebagai legitimasi untuk memperkuat struktur dan gerak DKA hingga ke tingkat kecamatan.

Acara ditutup dengan suasana penuh keakraban dan optimisme terhadap masa depan seni dan kebudayaan Aceh Besar. DKA Aceh Besar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang tumbuh bagi para seniman serta menjadi pilar penting dalam pemajuan kebudayaan daerah. (Abrar)