* Ketua Perwari Aceh : Kasus Stunting Aceh Memprihatinkan
posaceh.com, Banda Aceh – Anggota DPR Aceh Darwati A Gani dan Anggota DPRK Banda Aceh Dra Hj Kasumi Sulaiman MM nampak hadir dalam acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 77 Persatuan Wanita Republik Indonesia ( Perwari) Provinsi Aceh, di Aula BKKBN Aceh, Banda Aceh Sabtu (18/3/2023).
Kedua anggota DPR tersebut terus menerus mendapat apresiasi dari Ketua Perwari Aceh Hj Nurhayati SH atas dedikasi, kepedulian dan perhatiannya terhadap masyarakat khususnya perempuan dan anak anak.
“Hari ini,dalam rangka HUT ke 77 Perwari, ikut hadir bersama kita anggota DPRK Banda Aceh Bunda Mimi dan anggota DPR Aceh Ibu Darwati A Gani, sementara satu lagi tokoh perempuan kita Ibu Illiza juga kita undang namun berhalangan, beliau sedang mengajar di Kampus,” terang mantan anggota DPRK Banda Aceh dari PAN ini.
Hj Nurhayati SH yang juga ketua BKOW Aceh secara panjang lebar memberikan sambutan dalam acara HUT PERWARI Aceh yang di pimpinannya sekarang berumur sudah cukup tua 77 tahun.
Menurut Nurhayati, Perwari lahir pada tanggal 17 Desember 1945 di Klaten Jawa Tengah atas prakarsa beberapa ormas perempuan perjuangan yang meminta Presiden RI pertama Ir Soekarno untuk mengukuhkan Perwari pada saat itu.
“Di umur yang sudah cukup tua ini, Perwari ingin terus berbuat yang terbaik untuk Indonesia khususnya Provinsi Aceh,” tegas Hj Nurhayati SH
Menurutnya, hari hari terakhir ini di Provinsi Aceh banyak sekali keanehan keanehan yang semestinya tidak perlu terjadi dan bila mau jujur, seluruh pejabat dan pemangku kepentingan di Aceh merasa malu dengan apa yang terjadi sekarang ini.
“Hari ini Aceh tertinggi kasus stunting, hari ini juga Aceh merupakan daerah termiskin di Sumatera, padahal Aceh mendapatkan dana Otsus yang begitu besar, dimana daerah lain tidak mendapatkannya, apakah hal seperti ini tidak aneh, tidak memalukan, sekarang saja kita sudah seperti ini, bagaimana kalau Dana Otsus tidak ada lagi,entah bagaimana nasib rakyat Aceh,” terang Hj Nurhayati SH.
Oleh karena itu,Hj Nurhayati memberikan saran dan masukan kepada seluruh pengurus Perwari Aceh, tahun 2023 ini merupakan tahun politik, tahun 2024 sudah Pemilu lagi,sudah seharusnya para perempuan memilih dan menentukan pilihannya terhadap perempuan, karena hanya perempuan yang peduli persoalan perempuan.
“Kita bangga memiliki seorang Hj Illiza, Darwati A Gani, Kasumi Sulaiman, tapi mereka sedikit, perempuan harus lebih banyak di pemerintahan dan di legislatif, ini tahun politik, perempuan harus bersatu untuk memilih perempuan, partai boleh berbeda, satu hati untuk perempuan, hari ini pemilih perempuan lebih banyak,namun kursi lebih sedikit, kita perlu orang orang seperti Hj Kasumi Sulaiman, Ibu Darwati A Gani dan Ibu Illiza yang terus menerus membela kaum perempuan dan anak anak,” tegasnya yang di sambut applaus para undangan.
Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Meutia Juliana yang di wakil Kepala UPTD Irmayani Ibrahim mengatakan bahwa Perempuan Aceh sangat hebat dan tangguh, hal itu terbukti dengan banyak nya Pahlawan perempuan yang berasal dari Aceh seperti Laksamana Keumala Hayati, Cut Nyak Dhien, Cut Mutia, begitu juga hari ini, banyak Tokoh perempuan Aceh yang di perhitungkan di tingkat nasional maupun daerah. “Tokoh perempuan Aceh jauh melebihi Perempuan lain di Indonesia,kita patut bersyukur dan berbangga,’ terang Irmayani Ibrahim.
Namun, ada hal juga yang masih sangat mengiris hati dan memilukan,menurut Irmayani,masih sangat tinggi kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh,setiap tahun justru bertambah,salah satu pengaruh nya adalah Narkoba yang sudah begitu darurat di Bumi Serambi Mekkah. “Selain Narkoba,HP juga jadi pemicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, keterbukaan Informasi menjadi masalah tersendiri yang sulit di hindari,pola asuh orang tua sekarang sudah berbeda,pagi pagi bangun tidur terus pegang HP, komunikasi antara keluarga tidak lagi utama,” terang Irmayani Ibrahim.
Menurut Irmayani Ibrahim, menyikapi berbagai persoalan yang di hadapi oleh kaum perempuan dan anak, pihaknya tidak merasa bersalah jika menyarankan, harus lebih banyak perempuan yang terjun ke dunia politik,agar bisa menyuarakan aspirasi perempuan. “Hanya perempuan yang mengerti perempuan, perempuan adalah tiang negara, baik perempuan,baik pula negara, rusak perempuan maka rusak pula negara, perempuan menentukan arah negara,” jelasnya dengan penuh semangat.
Terakhir Irmayani Ibrahim mengatakan bahwa Keluarga bahagia Indonesia sejahtera dan ia pun menutup sambutan dengan pantun ajakan memilih kaum perempuan pada pemilu 2024 mendatang.” Buah Kurma buah Markisa, Bersama Kita Bisa,” pungkasnya yang di sambut applaus para legislator Perempuan di acara Perwari
Dalam kegiatan tersebut ada juga ulasan secara detail kisah lahirnya Perwari, bertindak sebagai pembaca adalah sekretaris Perwari Aceh Drs Hj Rubiati, ia pun mengupas bagaimana perjuangan lahirnya sebuah organisasi bernama Perwari pada tanggal 17 Desember 1945 di Klaten Jawa Tengah.
Sementara itu Ketua Panitia acara HUT ke 77 PERWARI, Hj Ainal Mardhiah SSos MM menjelaskan bahwa acara tersebut telah berlangsung beberapa hari dengan aneka lomba yang diselenggarakan.
“Adapun lomba yang kami selenggarakan adalah lomba merias wajah,lomba memakai jilbab tanpa kaca,lomba mewarnai untuk anak anak, sementara ada juga bakti sosial seperti kunjungan panti jompo, pembinaan pos yandu,bantuan untuk korban kebakaran dan penyuluhan Stunting, Ziarah,” terang mantan Kadis Regestrasi Kependudukan Aceh tersebut.
Menurut Mantan Camat ini, seluruh rangkaian acara memperingati HUT ke 77 Perwari tak akan terlaksana tanpa dukungan Pemerintah Aceh dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Disbudpar Aceh dan para anggota Legislatif yaitu Hj Kasumi Sulaiman MM,Hj Illiza dan Darwati A Gani. (T Azhari)
