News

Cukup untuk Dapur Berasap, Kisah Jailani Penjual Ikan Keliling

233
×

Cukup untuk Dapur Berasap, Kisah Jailani Penjual Ikan Keliling

Sebarkan artikel ini
Jailani Penjual ikan keliling ketika singgah di Dusun Surabaya, Gampong Ateuk Pahlawan, Banda Aceh, menjual ikan belum lama ini. Foto : Sudirman Mansyur.

posaceh.com, Banda Aceh -Menjual ikan basah keliling masuk – keluar gampong (desa) bagi Jailani yang harus dijalani agar dapur bisa tetap berasap.

Terkadang nelayan tak melaut, ikan pun tidak ada, namun bagi pria yang hampir berusia kepala enam ini harus tetap harus jualan, meski hanya ikan air tawar.

Ia menjalankan pekerjaannya dengan ikhlas, sehingga hanya sedikit ikan dijualnya dan habis, sudah cukup keuntungannya untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga, bila bersisa ditabung.

“Tidak banyak kali tetapi ada dan cukup, ikan kita jual pun kita ambil untungnya tidak banyak-banyak kali,” ujar Jailani kepada posaceh.com ketika melintasi Dusun Surabaya, Gampong Ateuk Pahlawan belum lama ini.

Jailani juga harus kuat sabar dan ramah dalam menjual ikan, karena setiap hari ia berhadapan dengan ibu-ibu rumah tangga yang cukup banyak tawar-menawarnya saat akan membeli ikan.

Ia setiap pagi setia melawati jalan-jalan di gampong seraya menyapa warga, menjual berbagai jenis ikan mulai tongkol hingga udang.

Kehadiran Jailani membuat Ibu-ibu pun tak payah lagi harus ke pasar ikan, karena berbagai jenis yang diperlukan tersedia, walau jumlahnya sedikit-sedikit.

Untuk mendapatkan yang akan dijualnya, Jailani pagi – pagi kali harus ke pelabuhan tempat pendaratan ikan (TPI), rutinitas ini sudah dilakoninya bertahun-tahun.

Menurut Jailani persediaan ikan cukup tersedia dan permintaan relatif normal, mulai ikan tongkol, dencis, sure dan udang.(Sudirman Mansyur).