posaceh.com, Banda Aceh – Dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh menggerakkan penyuluh Keluarga Berencana (KB) dengan sosialisasi 3M (memakai masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan mencuci tangan pakai sabun). Sosialisasi 3M dilakukan kepada masyarakat di 23 kabupaten/kota di Aceh dengan menggerakan sebanyak 538 tenaga Penyuluh Keluarga Berencana (PKB).
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Sahidal Kastri, Senin (2/11/2020), mengatakan, Sosialisasi 3M, sebagai bentuk komitmen Pemerintah untuk bersatu padu melawan Covid-19 di tanah air dan Aceh khususnya. “BKKBN berkomitmen mempercepat penyebarluasan informasi dan sosialisasi tentang 3M kepada masyarakat, upaya ini terus kita lakukan dengan menggerakan penyuluh KB kita,” katanya.
Dikatakannya, keluarga menjadi sentral utama dalam pelaksanaan kebijakan-kebijakan dalam penanganan Covid-19. “Ini juga pesan yang disampaikan Kepala BKKBN, saat kunjungan kerjanya ke Aceh beberapa waktu lalu, agar sosialisasi 3M juga dilalukan kepada keluarga karena kepatuhan anggota keluarga dalam melaksanakan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah sangat berperan besar dalam menekan dampak pandemi Covid-19,” ucap Sahidal.
Menurut Sahidal, Keluarga berperan penting melindungi, mensosialisasikan dan mengajarkan anggota keluarganya, agar selalu memakai masker jika keluar rumah, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun atau yang lebih dikenal dengan sebutan 3M.
Dia menambahkan, BKKBN bersama Satgas Penanganan Covid-19 akan melaksanakan program penguatan pencegahan Covid-19 bagi individu, keluarga, dan komunitas melalui berbagai saluran dan pendekatan. “Kita ada sebanyak 538 penyuluh KB diseluruh Aceh. Selain penyuluh yang kita gerakan, juga seluruh pegawai dijajaran kita diminta agar tetap mematuhi 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan setelah melakukan aktivitas,” ujarnya.
Dalam situasi pandemi saat ini, katanya, program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) tetap dapat dijalankan dengan mematuhi aturan protokol kesehatan maupun anjuran pemerintah dimasa pandemi dengan tidak mengurangi kinerja tenaga penyuluh di kabupaten/kota.
Seperti diketahui, penyuluh KB begitu dekat dengan masyarakat dalam mengkampanyekan program. Sehingga, BKKBN yakin, prinsip 3M dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Aceh.
Seperti dilansir AcehNews.net, seorang penyuluh KB di Aceh Tenggara, Clara Sinta Bakara, SKM, mengatakan, sosialisasi 3M untuk mencegah penyebaran Covid-19 masih terus dilakukan sampai sekarang.
“Sebenarnya sosialisasi sejak April dulu sudah di lakukan. Dan sampai sekarang masih dan akan terus kita lakukan,” katanya.
Dikatakannya, ia bersama penyuluh lainnya di Aceh Tenggara melakukan orientasi dan praktek langsung kepada masyarakat tentang memakai masker, menjaga jarak atau menghindari kerumunan atau keramaian, dan cara mencuci tangan yang baik. “Kita dan keluarga menerapkannya. Kemudian sosialisasikan kepada masyarakat,” kata Clara.
Hal senada juga dikatakan Penyuluh KB dari Kabupaten Aceh Jaya, Mohammad Zarkasy Yusren, SKM. Dia mengungkapkan, sebagai penyuluh, ia saling mengingatkan agar mengikuti dan menerapkan protokol kesehatan, baik saat menyuluh dan atau melakukan pertemuam dengan masyarakat, atau pada saat kegiatan di kabupaten maupun provinsi.
“Sosialisasi tidak saja kepada masyarakat. Disetiap pertemuan rutin, kader selalu kita wajibkan untuk memakai masker, mengingatkan kader agar sering cuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak,” ungkap Zarkasy.
Bukan hanya itu, dian juga menyosialisasikan, pentingnya membawa handsenitizer ketika sulit mendapatkan air, dan serta selalu menjaga jarak saat bertemu dengan orang lain. Sebagai penyuluh KB, Zarkasy dan penyuluh lainnya, berkesempatan mengikuti Musrenbang desa. “Kami ikut serta memberi masukan pada pembangunan desa. Apalagi pada tahun 2021, salah satu fokusnya adalah adaptasi kebiasaan baru,” paparnya.
Sementara, penyuluh KB di Aceh Barat, Fitri Hilmi, mengatakan, upaya sosialisasi yang dilakukan yaitu pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama mulai di tingkat kecamatan sampai desa.
“Tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai mitra kami yang pastinya sangat dekat dengan masyarakat. Jadi sosilisasi juga kami lakukan agar nanti kemudian disampaikan kepada masyarakat,” tuturnya.
Selain itu, kata Fitri Hilmi, sosilisasi Protokol Kesehatan 3M juga dilakukan kepada kader, baik secara langsung maupun virtual dalam grup WhatsApp kader.
“Kami mengimbau juga kepada kader, jika melakukan kunjungan rumah kepada PUS (Pasangan Usia Subur) untuk mensosialisasikan protokol kesehatan yaitu 3M kepada keluarga dan jika ada kegiatan penyuluhan oleh PKB, wajib mematuhi prokes juga,” kata Fitri Hilmi.
Penyuluh KB, menyampaikan prinsip 3M kepada seluruh keluarga, sehingga pandemi Covid-19 yang masih mewabah di Aceh, bisa ditekan dan diputus mata rantai penyebarannya. (Wahyu)
