Olahraga

Cegah Covid, Perpani Aceh Bantu APD Wartawan Peliput Kejurda

1689
×

Cegah Covid, Perpani Aceh Bantu APD Wartawan Peliput Kejurda

Sebarkan artikel ini

posaceh.com Banda Aceh – Sebagai komitmen menerapkan protokol kesehatan cegah corona virus desease 2019 (Covid-19), Pengprov Perpani Aceh tidak hanya membagikan alat pelindung diri (APD) kepada atlet, pelatih, official, wasit yang terlibat di Kejurda, peserta rapat kerja (Raker) tetapi diberikan juga kepada wartawan olahraga yang meliput event tersebut.

Ketua Umum Pengprov Perpani Aceh, Dr Nyak Amir, M.Pd menyerahkan bantuan APD kepada wartawan yang meliput Rakerda dan Kejuaraan Daerah (Kejurda) yaitu Jalimin (Serambi Indonesia), Syahril Ahmad dari RRI (tampak dalam foto) dan Sudirman Mansyur (posaceh.com) usai penyegaran wasit Kejurda di Lapangan Prof Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis sore (19/11/2020).

Paket bantuan APD yang diberikan kepada tiga wartawan olahraga tersebut berupa masker, hand sanitizer dan vitamin. “Pemberian bantuan APD ini sebagai komitmen kita menerapkan protokol kesehatan (Prokes) dalam menggelar Rakerda dan Kejurda dan wartawan bisa merasa nyaman selama meliput event yang kita laksanakan di tengah pandemi Covid-19 ini,” ujar Nyak Amir.

Pengurus Provinsi Perkumpulan  Panahan Indonesia (Pengprov Perpani) Aceh, sebutnya, juga sudah lebih dulu menyerahkan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Kemenpora RI dan Perpani Aceh kepada seluruh atlet, pelatih dan official peserta kejuaraan daerah (Kejurda) saat technical meeting di Lapangan Prof Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Kamis petang (19/11/2020).

“Alat pelindung diri bantuan dari Kemenpora dan dari Pengprov Perpani Aceh kita serahkan kepada seluruh peserta Kejurda melalui Pengurus Perpani kabupaten/kota masing-masing,” ujar Nyak Amir yang juga Sekjen Pengurus Pusat Perpani.

Ia menyebutkan, Pengprov Perpani menggelar dua event penting yaitu Kejurda dan rapat kerja daerah (Rakerda). “Kejurda perlombaannya dimulai Jumat (20/11/2020) akan berlangsung hingga Minggu (22/11/2020) dan Rakerda sudah kita laksanakan hari ini (Kamis) dari pagi hingga petang di ruang teleconference lantai II FKIP Unsyiah, Darussalam,” katanya.

“Sebelum Kejurda dimulai, sore hari ini  (Kamis) kita juga melaksanakan penyegaran wasit. Diikuti 20 wasit yang akan melaksanakan tugas di Kejurda dan untuk event-event mendatang,” kata doktor bidang olahraga alumni Universitas Negeri Surabaya (UNS) 2004 ini.

Ia mengatakan, protokol kesehatan (Prokes)  juga suatu syarat bagi semua peserta, pelatih, wasit dalam Kejurda ini. “Kita komit menerapkan Prokes dalam menggelar kegiatan dan event di tengah pandemi Covid-19 ini,” katanya.

Diikuti 170 Atlet dari 20 Kabupaten/Kota

Nyak Amir menjelaskan, kejuaraan ini diikuti 170 atlet dari 20 kabupaten/kota. Meperlombakan Divisi Nasional (standar bow), Divisi FITA Recurve, Divisi FITA Compound dan Divisi Barebow, memperebutkan 39 medali emas, 39 medali perak dan 39 medali perunggu. Total 117 medali diperebutkan.

“Sedangkan Rakerda yang sudah selesai kita laksanakan, diikuti 23 pengurus kabupaten/kota (Pengkab/Pengkot). Semua kabupaten mengikuti rapat kerja ini,” katanya.

Gelaran Kejurda, sebutnya, akan dibuka Ketua Umum KONI Aceh, Muzakir Manaf yang diwakili Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi, Faisal Saifuddin di Lapangan Prof Stadion Mini Prof Dr Muhammad Ali Basyah Amin, Unsyiah, Darussalam, Banda Aceh, Jumat pagi (20/11/2020). (Sudirman Mansyur).