Internasional

Calon Wali Kota Muslim, Zohran Mamdani Makin Populer di New York

468
Kampanye unik calon wali kota New York Zohran Mamdani (tengah). FOTO/REUTERS

posaceh.com, New York – Nama Zohran Mamdani belakangan ini mencuri perhatian publik Amerika Serikat, khususnya di New York City. Usai kampanyenya dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat untuk pemilihan wali kota dinilai sukses menjangkau lintas demografi dan generasi.

Dilansir dari PR News, dengan pendekatan berbasis komunitas, narasi yang inklusif, serta kepekaan terhadap identitas dan bahasa, Mamdani disebut-sebut sebagai contoh baru dalam strategi komunikasi politik era digital.

Mamdani dikenal menggunakan gaya komunikasi yang sederhana namun kuat. Bahasa yang digunakan dalam berbagai pidato dan unggahan media sosialnya terasa seperti percakapan di meja makan keluarga.

Ia membahas isu-isu teknis seperti transportasi gratis atau pembekuan sewa dengan bahasa yang membumi, membuat pesan-pesannya mudah dipahami berbagai kalangan. Tidak hanya itu, ia juga dikenal sebagai politikus poliglot atau multilingual.

Dalam kampanyenya, Mamdani rutin berbicara dalam bahasa Inggris, Spanyol, Urdu, dan Hindi. Ia mirip pada mantan Wali Kota NYC, Fiorello La Guardia, yang juga mampu berbicara dalam berbagai bahasa.

Pendekatan ini memperkuat daya tariknya di kota dengan etnis yang luas dan berbagai bahasa. Alih-alih melakukan pendekatan politik transaksional, Mamdani membangun gerakan berbasis komunitas, seperti dikutip dari CNN, Selasa (17/6/2025).

Ia aktif menjalin aliansi dengan komunitas Asia Selatan dan Asia Timur, termasuk mendapatkan dukungan dari Senator Negara Bagian New York, John Liu. Di Queens, daerah dengan populasi Asia yang signifikan, ia memimpin kampanye dwibahasa dan mendistribusikan materi kampanye dalam berbagai bahasa lokal.

Komunitas Tionghoa-Amerika pun disentuh melalui pendekatan yang sensitif secara budaya dan pengakuan terhadap kontribusi sejarah mereka dalam kehidupan kota New York. Mamdani juga menjalin hubungan erat dengan komunitas kulit hitam, hadir dalam forum-forum seperti National Action Network milik Rev Al Sharpton.

Ia menyampaikan dukungan terhadap isu-isu seperti perumahan terjangkau, reformasi kepolisian, dan keadilan transportasi. Tak ketinggalan, pendekatan lintas agama menjadi bagian penting dari kampanyenya.

Mamdani sering mengunjungi masjid, gereja, kuil Hindu, hingga sinagoga untuk membangun narasi kebersamaan dalam keberagaman. Berbeda dari banyak politisi yang sering menghindari pembahasan soal agama, Mamdani justru terbuka menyampaikan identitasnya sebagai Muslim berdarah India-Uganda.

Ia menyebut pengalaman buruk keluarganya, termasuk sang bibi yang berhijab dan pernah mengalami kebencian bermuatan Islamofobia, sebagai bagian dari alasan ia terjun ke dunia politik. Dengan pendekatan tersebut, Mamdani mengubah narasi lama tentang Muslim sebagai “orang luar” menjadi Muslim sebagai pemimpin.

Ini menunjukkan bahwa identitas keagamaan tidak bertentangan dengan nilai-nilai progresif dan multikultural. Kampanyenya disebut menghasilkan konten video yang “bagus” dan viral, menurut The New Yorker.

Dia aktif di TikTok dan platform lainnya dengan tampilan visual yang segar dan menarik bagi pemilih muda. Strategi ini tidak hanya efektif di dunia maya, tetapi juga diterjemahkan ke lapangan.

Ribuan sukarelawan muda terlibat langsung dalam kampanyenya, termasuk mahasiswa dan pemilih pemula. Menurut laporan The City, lebih dari 30 ribu relawan, mayoritas di bawah usia 30 tahun, turut mengetuk sekitar 750 ribu pintu warga New York.

Upaya ini berkontribusi pada peningkatan jumlah pemilih dalam pemungutan suara awal (early voting) dibanding empat tahun sebelumnya, termasuk dari kelompok pemilih pemula.

Meski identitas menjadi bagian penting dari kampanyenya, Mamdani tetap menekankan isu-isu penting seperti perumahan terjangkau, sistem transportasi publik yang adil, dan layanan penitipan anak gratis.

Ia selalu menekankan pada nilai-nilai yang diperjuangkan bersama, bukan sekadar siapa dirinya atau siapa yang ia wakili. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun radio Hot 97, Mamdani kembali menegaskan bahwa perjuangannya berakar dari nilai, bukan dari perbedaan.

Dengan pendekatan yang menyeluruh, menyentuh setiap segmen pemilih, dan komunikasi yang relevan dengan zaman, Zohran Mamdani kini dianggap sebagai salah satu kandidat terkuat dari Partai Demokrat untuk merebut kursi Wali Kota New York pada pemilu mendatang.

Mewakili generasi baru politisi yang progresif, inklusif, dan berani, Mamdani memberi harapan baru akan masa depan politik Amerika yang lebih representatif dan berpihak pada seluruh warga.(Muh/*)

Exit mobile version