Olahraga

Calon Ketua Umum PSSI Aceh Darmansyah Putra Gedor Sepak Bola Aceh dari Akar

32
×

Calon Ketua Umum PSSI Aceh Darmansyah Putra Gedor Sepak Bola Aceh dari Akar

Sebarkan artikel ini
Calon Ketua Umum PSSI Aceh Darmansyah Putra ST FOTO/ DOK MPA

posaceh.com, Banda Aceh — Sepak bola Aceh tak boleh hanya hidup di stadion dan turnamen sesaat. Salah satu calon Ketua Umum PSSI Aceh, Darmansyah Putra ST menawarkan pembenahan dari akar rumput dengan menjadikan gampong sebagai titik awal pembinaan talenta sepak bola.

Darmansyah ingin PSSI Aceh membangun sistem yang mampu menemukan, membina dan mengantarkan pemain berbakat dari daerah hingga tingkat provinsi.

“Bakat bisa lahir di mana saja. Tugas kita memastikan tidak ada mimpi yang berhenti hanya karena seorang anak lahir dari keluarga sederhana,” kata Darmansyah, di Banda Aceh, Kamis (17/9/2026).

Gagasan itu akan diwujudkan melalui kompetisi rutin di setiap kabupaten/kota. Kompetisi daerah tidak sekadar menjadi agenda turnamen, tetapi menjadi jalur pembinaan dan seleksi pemain secara berkelanjutan.

Para juara kabupaten/kota nantinya dipertemukan pada kompetisi tingkat provinsi, dengan juara Aceh didorong tampil pada Piala Gubernur Aceh.

“Klub dan pemain daerah harus memiliki kompetisi yang berkelanjutan dan jalur prestasi yang jelas,” ujarnya.

Darmansyah juga menempatkan pembinaan usia dini sebagai fondasi. SSB, akademi, sekolah, klub, pelatih dan kompetisi usia muda harus terhubung dalam satu sistem pembinaan yang berkesinambungan.

Ia menegaskan faktor ekonomi tidak boleh mematikan potensi pemain muda. “Sepak bola harus menjadi jalan kesempatan bagi semua anak Aceh, bukan hanya mereka yang mampu,” tegasnya.

Oleh karena itu, PSSI Aceh juga didorong lebih aktif turun ke lapangan gampong, SSB, klub dan kabupaten/kota. Kehadiran organisasi, kata Darmansyah, harus dirasakan langsung oleh pemain, pelatih dan masyarakat sepak bola.

Pembangunan sistem tersebut membutuhkan dukungan lintas sektor. Darmansyah menawarkan kolaborasi dengan Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, KONI, Askab/Askot PSSI, klub, SSB, sekolah, perguruan tinggi, dunia usaha, BUMN/BUMD, sponsor, media dan komunitas.

“PSSI tidak bisa berjalan sendiri. Seluruh stakeholder harus bergerak bersama membangun ekosistem sepak bola Aceh,” imbuhnya.

Darmansyah menilai, jika jalur pembinaan dibangun dari bawah dan kompetisi berjalan konsisten, gampong tidak lagi sekadar menjadi tempat lahirnya pemain, tetapi menjadi pintu masuk menuju prestasi sepak bola Aceh.(Why/*)