posaceh.com, Banda Aceh – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Aceh menyatakan cakupan vaksinasi virus corona di Kota Banda Aceh cukup tinggi, sehingga ibu kota Provinsi Aceh itu diperkirakan bisa mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) lebih cepat dibandingkan 22 kabupaten/kota lain.
“Herd immunity ini merupakan situasi dimana sebagian besar masyarakat terlindung atau kebal terhadap penyakit tertentu, yakni Covid-19 ini,” kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin, (23/8/2021).
Dia menjelaskan Pemerintah Aceh menargetkan vaksinasi terhadap 4 juta penduduk Aceh, yang tersebar di 23 kabupaten/kota, untuk mencapai kekebalan kelompok dari ancaman Covid-19.
Kata dia, Aceh telah mulai mulai melakukan penyuntikan vaksin Covid-19 buatan Sinovac pada 15 Maret 2021, dan hingga kini cakupannya bagi semua kelompok sasaran sudah mencapai 18 persen.
“Cakupan vaksinasi paling tinggi saat ini Kota Banda Aceh mencapai 54,3 persen,” katanya.
Dia menyebutkan capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama di kabupaten/kota meliputi Banda Aceh 54,3 persen, Aceh Barat Daya 26,6 persen, Langsa 26,4 persen, Bener Meriah 25,2 persen, Sabang 25,1 persen, Aceh Tengah 23,6 persen, Gayo Lues 23,4 persen, Lhokseumawe 20,8 persen, Nagan Raya 20,8 persen, dan Aceh Singkil 20,2 persen.
Sedangkan daerah dengan capaian di bawah rata-rata seperti Aceh Barat 17,1 persen, Aceh Tenggara 17,1 persen, Subulussalam 15,8 persen, Aceh Timur 15,6 persen, Aceh Selatan 14,9 persen, Aceh Jaya 14,8 persen, Pidie Jaya 14,6 persen, Bireuen 14,5 persen, Aceh Tamiang 14,3 persen, Simeulue 11, 3 persen, Pidie 11,1 persen, Aceh Besar 10,6 persen dan Aceh Utara 10,5 persen.
“Makin rendah cakupan vaksinasi suatu daerah maka makin rendah perlindungan warga dari ancaman Covid-19. Karena itu, kita terus menghimbau setiap orang berkontribusi untuk saling melindungi melalui kekebalan kelompok,” katanya.
Menurut Jubir yang akrab disapa SAG itu, kekebalan kelompok menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kelompok masyarakat rentan yang bukan sasaran vaksinasi. Mereka ikut terlindungi apabila cakupan vaksinasi yang tinggi dan merata.
Pemerintah Indonesia targetkan 181 juta dari 271 juta penduduk divaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok tersebut, katanya.
Ia menilai vaksinasi tidak hanya bertujuan memutus rantai penularan penyakit dan menghentikan wabah, melainkan juga untuk memusnahkan bahkan menghilangkan penyakit tersebut dalam jangka panjang, seperti suksesnya program imunisasi penyakit cacar 47 tahun silam.
“Imunisasi cacar dicanangkan tahun 1956. Penyakit menular ini musnah di seluruh dunia pada tahun 1974, dan imunisasi cacar pun dihentikan pada tahun 1980. Begitu juga imunisasi polio. Imunisasi polio dicanangkan tahun 1980 dan Indonesia pun mencapai bebas polio tahun 2014 lalu,” katanya. (ant)











