Daerah

Bupati Muklis Pimpin Upacara HUT ke-81 RI Bernuansa Budaya Aceh

14
×

Bupati Muklis Pimpin Upacara HUT ke-81 RI Bernuansa Budaya Aceh

Sebarkan artikel ini
Bupati Bireun Muklis saat menjadi inspektur Upacara Bendera dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. FOTO/dok/Pemkab

posaceh.com, Bireun — Upacara Bendera dalam Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Bireuen, Senin 17 Agustus 2026.

Berlangsung semarak dengan nuansa budaya Aceh. Upacara yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cot Gapu tersebut bertindak sebagai inspektur upacara Bupati Bireuen, Muklis.

Sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten Bireuen, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tampil mengenakan pakaian adat Aceh Laka saat mengikuti upacara.

Penggunaan pakaian adat tersebut tidak sekadar menjadi bagian dari kemeriahan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengangkat kembali identitas, nilai budaya, dan kearifan lokal Aceh.

Pakaian Laka yang dikenakan sejumlah pejabat tampil dengan motif bungong jeumpa, bunga yang memiliki makna kuat dalam kebudayaan Aceh. Motif tersebut memberikan sentuhan khas daerah sekaligus memperkuat suasana peringatan kemerdekaan.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Kominsa) Kabupaten Bireuen, M. Zubair, mengatakan pakaian adat Laka bermotif bungong jeumpa memiliki pesan yang relevan dengan semangat kemerdekaan.

“Bungong jeumpa bukan hanya motif yang memperindah pakaian, tetapi memiliki makna sebagai simbol keindahan, identitas dan kebanggaan masyarakat Aceh. Ketika digunakan dalam momentum HUT Kemerdekaan RI, kita ingin menunjukkan bahwa semangat Indonesia juga tumbuh dari keberagaman budaya daerah,” ujar M. Zubair.

Menurutnya, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kesempatan bagi setiap daerah untuk menjaga dan mengembangkan identitas budayanya sebagai bagian dari kekayaan nasional.

“Pakaian Laka bermotif bungong jeumpa menjadi pesan bahwa mencintai Indonesia dapat dilakukan dengan menjaga budaya sendiri. Aceh memiliki sejarah, adat dan tradisi yang menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa Indonesia,” katanya.

M. Zubair menambahkan, penggunaan pakaian adat dalam momentum nasional juga dapat menjadi sarana edukasi budaya bagi generasi muda.

Dengan melihat langsung pejabat dan masyarakat mengenakan pakaian adat, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan menghargai warisan budaya Aceh.

Semarak HUT ke-81 RI di RTH Cot Gapu Bireuen tidak hanya terlihat dari pelaksanaan upacara, tetapi juga dari keterlibatan berbagai unsur masyarakat yang menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat rasa kebangsaan sekaligus melestarikan budaya daerah.

“Semangat kemerdekaan harus berjalan bersama dengan pelestarian budaya. Kita ingin generasi muda Bireuen memahami bahwa menjadi Indonesia tidak berarti meninggalkan identitas Aceh. Justru keberagaman identitas daerah itulah yang memperkaya Indonesia,” pungkasnya.(Muh/*)