Pemkab Aceh Besar

Bupati Muharram Lantik Anwar Ahmad Jadi Ketua MAA Aceh Besar

28
Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) melantik kepengurusan MAA Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026). FOTO/ MAULANA

* Bersama pengurus periode 2026-2031

posaceh.com, Kota Jantho – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) melantik H Anwar Ahmad SE Ak sebagai Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Kabupaten Aceh Besar bersama Ketua I H Mukhtar SH SPd MPd dan Wakil Ketua II Tgk Muhtasar, serta pengurus MAA Aceh Besar periode 2026-2031, di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026).

Mengawali kepemimpinannya, mantan Wakil Bupati Aceh Besar periode 2007–2012 lalu itu menegaskan, MAA Aceh Besar tidak boleh berhenti pada pengukuhan kepengurusan. Lembaga adat tersebut harus hadir dan bekerja nyata di tengah masyarakat untuk menjaga serta mengembangkan adat dan budaya Aceh.

Bupati Aceh Besar H Muharram Idris (Syech Muharram) menyampaikan arahannya usai melantik kepengurusan MAA Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026). FOTO/ MAULANA

“Pengukuhan ini bukan hanya seremonial, tetapi ada amanah yang harus kita emban. Kami berharap lembaga ini tidak sekadar ada di tengah masyarakat, tetapi dapat berkembang dan berjalan sebaik mungkin,” kata Anwar Ahmad.

Menurutnya, perkembangan zaman, khususnya era digital, menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan adat dan budaya Aceh. Perubahan pola komunikasi dan kehidupan masyarakat harus dihadapi dengan penguatan kelembagaan adat, bukan dengan membiarkan adat semakin terpinggirkan.

Ketua MAA Aceh H Prof Yusri menyampaikan sambutan perdananya usai dilantik sebagai Ketua MAA Aceh Besar periode 2026-2031, di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026). FOTO/ MAULANA

“Kita harus bekerja sama dan berkolaborasi demi memastikan adat dan budaya Aceh tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. Tanpa kerja sama yang kuat, majelis ini hanya akan ada dalam dokumen,” tegasnya.

Anwar mengatakan, MAA Aceh Besar akan mendorong penguatan kapasitas lembaga serta memperkuat keberadaan lembaga adat hingga tingkat gampong. Menurutnya, gampong merupakan basis utama dalam menjaga dan menerapkan adat dalam kehidupan masyarakat.

“Kita harus memperkuat kapasitas yang kita miliki dan memperkuat lembaga-lembaga adat hingga ke gampong-gampong,” ujarnya.

H Anwar Ahmad SE Ak, menyampaikan sambutan perdananya usai dilantik sebagai Ketua MAA Aceh Besar periode 2026-2031, di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026). FOTO/ MAULANA

Ia berharap Aceh Besar dapat mengambil peran lebih besar dalam menghidupkan kembali adat dan budaya Aceh. Penguatan tersebut dinilai penting agar warisan leluhur tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi tetap hidup dan diterapkan oleh generasi sekarang.
“Kita berharap Aceh Besar menjadi pelopor dalam mengembalikan peradaban,” kata Anwar.

Sebelumnya, Bupati Aceh Besar Syech Muharram mengajak seluruh pihak untuk memperkuat lembaga-lembaga keistimewaan Aceh, termasuk MAA. Menurutnya, Aceh Besar memiliki posisi penting dalam sejarah dan peradaban Islam sehingga warisan adat, budaya dan bahasa harus dijaga bersama.


Foto bersama usai pelantikan pengurus MAA Kabupaten Aceh Besar periode 2026-2031 di Aula Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Lubok Sukon, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (5/10/2026). FOTO/ MAULANA

“Bahasa itu menandakan sebuah bangsa. Mari kita jaga khazanah yang ditinggalkan nenek moyang kita agar tetap ada sampai akhir zaman,” ujar Syech Muharram.

Pelantikan kepengurusan MAA Aceh Besar periode 2026-2031 turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Besar Drs H Syukri A Jalil, Wakil Ketua DPRK Aceh Besar Muhsin, para pejabat di lingkungan Pemkab Aceh Besar, kepala OPD serta unsur Forkopimda Aceh Besar.(Why)

Exit mobile version